Meghan Markle berencana tunda wawancara jika Pangeran Philip meninggal

Meghan Markle berencana tunda wawancara jika Pangeran Philip meninggal

FOTO FILE: Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle diwawancarai Oprah Winfrey, pada foto handout yang tidak bertanggal. ANTARA FOTO/Harpo Productions/Joe Pugliese/Handout via REUTERS/File Photo/aww.

Jakarta (ANTARA) - Meghan Markle dan Pangeran Harry dilaporkan memiliki rencana untuk menunda siaran wawancara mereka dengan Oprah Winfrey jika kakek Harry, Pangeran Philip meninggal dunia.

Pembawa acara Gayle King, yang berteman baik dengan Oprah dan Meghan Markle, mengungkapkan di sebuah acara radio, bahwa Meghan dan Harry memiliki rencana tersebut. Hal itu mengingat wawancara dengan Oprah dilakukan sebelum Pangeran Philip dirawat di rumah sakit.

"Yah asal tahu saja, mereka telah melakukan wawancara itu sebelum Pangeran Philip masuk rumah sakit," kata King seperti dikutip dari People pada Kamis.

Baca juga: Popularitas Pangeran Harry dan Meghan merosot sejak wawancara Oprah

Baca juga: Ratu Elizabeth perdana tampil di depan publik sejak wawancara Oprah

King merasa perlu menjelaskan hal ini, karena warganet banyak yang menyalahkan pasangan ini dan wawancara tersebut, sebagai penyebab utama dari memburuknya kesehatan Pangeran Philip.

"Jika sesuatu, amit-amit, terjadi pada Pangeran Philip, maka wawancara tidak akan disiarkan pada waktu yang telah ditentukan. Tetapi wawancara telah dilakukan dan dijadwalkan sebelum Pangeran Philip dirawat di rumah sakit," tambah King.

Philip kembali ke Kastil Windsor pada hari Selasa setelah menghabiskan empat minggu di rumah sakit setelah menjalani perawatan akibat infeksi.

Mengenai keputusan Harry dan Meghan untuk berbicara secara terbuka tentang pengalaman dan alasan keduanya mundur dari anggota senior kerajaan, King menambahkan, "saya pikir Harry dan Meghan sama-sama telah melalui banyak hal di masa lalu. Tiga tahun dan mereka benar-benar telah mencoba menyelesaikannya secara pribadi. Mereka benar-benar telah mencoba untuk mendapatkan bantuan, dan tidak ada yang berhasil."

King menganggap apa yang telah dilakukan oleh Harry dan Meghan adalah hal yang sangat berani dan dimaklumi, mengingat beratnya beban mental yang harus dipikul oleh pasangan itu. Kendati demikian, King tidak memungkiri bahwa wawancara itu ibarat bom yang berkali-kali meledak.

"Pernyataan mereka seperti ledakan bom yang terus menerus menghantam, tapi aku yakin itu percakapan yang jujur. Aku berharap ini akan membawa perubahan."

King juga mengungkapkan bahwa dia menghubungi pasangan tersebut, tak lama setelah wawancara tersebut disiarkan.

"Aku benar-benar menelepon mereka untuk melihat bagaimana perasaan mereka, dan memang benar, Harry telah berbicara dengan saudaranya dan akhirnya dia telah berbicara dengan ayahnya juga," kata King.

Namun King menyatakan bahwa belum ada satupun orang dari pihak Kerajaan Inggris yang menghubungi Meghan untuk berbicara denan mantan aktris serial tv "Suits" itu.

Baca juga: Perbincangan antara Pangeran Harry dan William "tidak produktif"

Baca juga: Michelle Obama sebut wawancara Meghan-Harry memilukan hati

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Surat kabar Inggris rayakan kelahiran bayi perempuan Harry dan Meghan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar