Sekolah wajib memberikan opsi PTM terbatas setelah vaksinasi pendidik

Sekolah wajib memberikan opsi PTM terbatas setelah vaksinasi pendidik

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/3/2021), membatas persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa sekolah wajib memberikan opsi layanan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas setelah vaksinasi COVID-19 dilakukan pada mayoritas pendidik dan tenaga kependidikannya.

"Setelah mayoritas pendidikan dan tenaga kependidikan divaksin dosis kedua dan selambatnya tahun ajaran baru, maka satuan pendidikan diwajibkan memberikan opsi layanan pembelajaran tatap muka terbatas," katanya di Jakarta, Kamis.

Namun, ia mengatakan, warga satuan pendidikan yang memiliki penyakit penyerta yang tidak terkontrol dilarang mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Ia menjelaskan, PTM terbatas harus dilakukan seizin orang tua siswa dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Dalam hal ini, sekolah bisa mengombinasikan PTM terbatas dengan pembelajaran jarak jauh. 

Walaupun satuan pendidikan sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas, orang tua bisa memutuskan untuk menyertakan anaknya dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh saja.

Kepala satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan otoritas terkait wajib memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas dan menghentikan sementara kegiatan pembelajaran kalau ada kasus penularan COVID-19 di satuan pendidikan.

Nadiem menekankan bahwa kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan adalah kunci dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang aman.

"Kepsek harus memastikan seluruh pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan memenuhi seluruh protokol kesehatan, serta menyiapkan Satgas COVID-19 di satuan pendidikan," katanya.

Dia juga meminta pemerintah daerah memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 daerah, ia melanjutkan, mesti melakukan pemeriksaan dan pelacakan kasus serta menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka kalau penularan virus corona terjadi di lingkungan sekolah.

Baca juga:
Mendikbud tegaskan sejak awal 2021 PTM terbatas sudah diperbolehkan
Sekolah dasar di Boyolali mulai uji coba pembelajaran tatap muka


Pewarta: Indriani
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pakar sebut dampak negatif sekolah daring berkepanjangan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar