Pengoperasian Terminal Bandara Timika diundur Mei

Pengoperasian Terminal Bandara Timika diundur Mei

Gedung Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan siap dioperasikan mulai 1 Mei 2021. (ANTARA/Evarianus Supar)

Jadi, kami akan uji coba dulu untuk melayani penerbangan perintis. Ini semacam operasi bayangan. Nanti pengoperasian penuh baik lantai satu maupun lantai dua Terminal Bandara Mozes Kilangin Timika sisi selatan yang dibangun dengan APBN akan dilakukan
Timika (ANTARA) - Pengoperasian gedung Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua, di sisi selatan yang sedianya dilakukan mulai April  akan diundur Mei lantaran masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pihak kontraktor.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Kamis, mengatakan beberapa waktu lalu dirinya sudah meninjau kesiapan Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan itu.

Sesuai koordinasi dengan pihak Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin, rencananya sebagian lantai satu gedung terminal baru itu akan dioperasikan sementara untuk melayani penerbangan perintis ke berbagai wilayah pedalaman Papua mulai 1 Mei mendatang.

"Jadi, kami akan uji coba dulu untuk melayani penerbangan perintis. Ini semacam operasi bayangan. Nanti pengoperasian penuh baik lantai satu maupun lantai dua Terminal Bandara Mozes Kilangin Timika sisi selatan yang dibangun dengan APBN akan dilakukan Agustus," jelas John.

Baca juga: Menhub: Peresmian dua bandara dukung sektor pariwisata

Wabup Mimika itu mengharapkan seluruh pekerjaan baik elektrikal, mekanikal, termasuk penyediaan layar informasi 'conveyer belt' untuk semua penerbangan yang akan berangkat maupun tiba di Bandara Timika, pemasangan eskalator dan lif dan garbarata bisa secepatnya dituntaskan sebelum pengoperasian penuh Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika pada Agustus mendatang.

"Kami mengharapkan semua pekerjaan itu bisa rampung sebelum Agustus sehingga pada  Oktober di mana Kabupaten Mimika menjadi penyelenggara kegiatan PON XX Papua yang akan dilanjutkan dengan kegiatan Pesparawi XIII Tanah Papua pada akhir Oktober hingga awal November, semua fasilitas itu sudah bisa digunakan," ujar John.

Guna mendukung pengoperasian Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin sisi selatan itu, Pemkab Mimika melalui Dishub saat ini terus mengebut pekerjaan area parkir kendaraan.

John berharap area parkir kendaraan yang terletak di depan pintu masuk Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika itu bisa dituntaskan pada Maret ini.

"Ketika terminal penumpang siap, elektrikal dan mekanikal siap, penataan operator siap, demikian pun dengan prosedur baik di sisi udara maupun sisi darat dalam terminal maupun di luar yaitu area parkir siap, maka kita berharap semua itu bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat pengguna jasa penerbangan di Kabupaten Mimika," kata mantan Kepala Dishubkominfo Mimika itu.

Baca juga: Presiden Jokowi berharap keberadaan Bandara Toraja permudah wisatawan

Area parkir kendaraan  akan dikelola oleh Pemkab Mimika, sementara seluruh operasional di bagian dalam Terminal Penumpang akan diatur oleh UPBU Mozes Kilangin Timika.
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob (baju kotak-kotak) meninjau pekerjaan gedung Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika. (ANTARA/Evarianus Supar)

Gedung Terminal Penumpang yang dibangun oleh APBN melalui Kemenhub pada sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika itu seluas 21.000 meter persegi dan dikerjakan secara bertahap sejak 2014.

Persis di samping gedung tersebut, Pemkab Mimika juga membangun gedung Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika dengan luasan sama yaitu 21.000 meter persegi berkonstruksi dua setengah lantai, di mana pekerjaan baru akan tuntas pada 2022.

Dengan akan beroperasinya gedung Terminal Penumpang Bandara Mozes Kilangin Timika sisi selatan itu,  diharapkan seluruh operator penerbangan baik yang mengoperasikan armada pesawat berbadan lebar maupun armada pesawat berbadan kecil tujuan rute-rute di pedalaman Papua akan memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Saya berharap semua operator penerbangan nantinya melakukan operasi penerbangan di sisi selatan baik untuk pesawat-pesawat kecil maupun pesawat komersial lainnya. Untuk pesawat Airfast yang selama ini melayani khusus penerbangan PT Freeport Indonesia, sepenuhnya tergantung pada keputusan mereka sendiri apakah mau pindah di sisi selatan atau masih tetap menggunakan terminal sisi utara yang dikelola oleh PT AVCO," ujar John.
 

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar