Perusahaan swasta berbasis digital antusiasme percepat vaksinasi

Perusahaan swasta berbasis digital antusiasme percepat vaksinasi

Webinar Dialog Kabar Kamis yang digelar secara daring, Kamis (18/3/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah perusahaan swasta yang bergerak pada layanan berbasis digital antusiasme menyumbangkan peran dalam upaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

Seperti yang dilakukan perusahaan penyedia layanan transportasi umum, Grab, yang berkolaborasi dengan penyedia layanan konsultasi medis, Good Doctor.

Penyedia layanan publik tersebut ikut terlibat dalam menghadirkan titik-titik vaksinasi 'drive thru' atau layanan tanpa turun di sejumlah wilayah.

Setelah diawali dari Kabupaten Tangerang pada pekan lalu, titik vaksinasi 'drive thru' ala Grab dan Good Doctor itu juga kini hadir di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Satgas COVID-19: Kekebalan individu setelah vaksinasi belum teruji

President Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, Kamis mengatakan titik vaksinasi tersebut sebagai 3in1, karena bisa diakses calon peserta vaksin yang datang menumpangi kendaraan roda dua, roda empat, atau bahkan tanpa kendaraan.

Keunggulan yang ditawarkan Grab dan Good Doctor melalui metodenya ini ialah dilakukannya 'screening' awal terkait riwayat kesehatan calon peserta vaksin.

"'Pre screening' ini sangat menghemat waktu di lokasi karena yang datang untuk divaksin sudah dipastikan terlebih dahulu memang layak mendapatkan vaksinasi," kata Ridzki dalam webinar Dialog Kabar Kamis yang dipantau di Jakarta.

Kelayakan yang dimaksud ada sejumlah kriteria kondisi kesehatan tertentu yang disyaratkan kepada para calon peserta vaksinasi.

"Tes awal ini dihadirkan agar proses penyuntikan bisa diselesaikan lebih cepat, sehingga peserta vaksinasi pun merasa lebih aman dan nyaman," ujarnya.

Stephani dari Good Doctor menambahkan, 'pre screening' dilakukan saat proses pendaftaran melalui aplikasi demi mengefisienkan waktu di lokasi penyuntikan. Sebab dari Kementerian Kesehatan sendiri, ada target vaksinasi yang harus dikejar.

"Item riwayat kesehatan yang perlu ditanyakan kepada calon peserta vaksinasi cukup banyak. Jawaban mereka seputar kondisi kesehatannya akan menjadi penentu layak tidaknya seseorang mengikuti vaksinasi," katanya.

Baca juga: Pemprov Jatim komitmen maksimalkan vaksinasi tekan penyebaran COVID-19

Kalaupun calon peserta dari kalangan lansia menemukan kesulitan dalam mengakses aplikasi untuk keperluan pendaftaran vaksinasi, pihak Good Doctor siap memberikan bantuan.

"Atau bisa juga didaftarkan oleh anaknya karena user Good Doctor bisa mendaftarkan juga beberapa nama," katanya.

Selain bagi kalangan lansia, lokasi vaksinasi 3in1 ala Good Doctor dan Grab ini juga bisa diakses oleh mereka yang menjadi target sasaran vaksinasi tahap dua. Termasuk di antaranya para pekerja publik, pekerja pariwisata, juga para mitra Grab.

Baca juga: Panglima TNI ingatkan jaga protokol kesehatan COVID-19
Baca juga: 4.838.752 warga Indonesia telah mendapatkan vaksin COVID-19
Baca juga: Sekolah wajib memberikan opsi PTM terbatas setelah vaksinasi pendidik

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ada layar terkembang serupa perahu di Taman Tuah Melayu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar