Reka adegan film "Kemarin" ungkap jaket jadi penyelamat Ifan Seventeen

Reka adegan film "Kemarin" ungkap jaket jadi penyelamat Ifan Seventeen

Cuplikan dokumenter "Kemarin" versi Director's Cut yang digarap oleh Sutradara Upie Guava untuk menceritakan perjalananan karir Seventeen berkarya selama 20 tahun. (ANTARA/HO/Dokumentasi film "Kemarin")

Jakarta (ANTARA) - Sutradara film “Kemarin” Upie Guava mengungkapkan melalui reka adegan film “Kemarin”, tim produksi mengetahui salah satu faktor yang membuat Ifan Seventeen selamat dari tragedi tsunami di Tanjung Lesung 2018 lalu adalah karena jaket yang dikenakannya.

Dalam reka adegan, tim produksi meminjam pakaian yang digunakan Ifan pada saat tragedi itu melanda daratan Banten akhir Desember 2018.

“Kita reka adegan pakai aktor pengganti, itu kita pakai jaket yang digunakan oleh Ifan pas tsunami. Uniknya saat pemeran penggantinya itu coba pakai jaketnya, dia tidak tenggelam. Ternyata bahan jaket yang dipakai Ifan adalah parasut. Itu bahan yang memungkinkan jaket menyimpan udara kalau basah,” kata Upie mengungkapakan fakta unik dari reka adegan film “Kemarin” dalam konferensi pers daring. Kamis.

Upie menceritakan pihaknya harus menambahkan pemberat dalam kantung jaket pemeran pengganti untuk membuat efek tenggelam seperti yang dialami oleh Ifan. 

Menariknya, Ifan pun baru tahu fakta dari jaketnya saat pemeran penggantinya dipertontonkan melakukan reka adegan.

“Saat saya minta aktornya untuk lompat ke kolam lagi di depan Ifan, dia kaget karena tidak tenggelam. Berdasarkan cerita Ifan dia tadinya justru tidak pakai jaket itu dan malah pakai jaket kulit. Tapi 5 menit sebelum tampil ia merasa kepanasan dan akhirnya berganti jaket itu,” kata Upie. 

Pengalaman dan fakta unik itu banyak dialami oleh tim produksi untuk pembuatan film bergenre dokudrama itu. 

Menurut Upie pengalaman- pengalaman ini yang membuat film “Kemarin” menjadi karya yang cocok untuk memahami arti takdir hingga fenomena alam.

“Ada semacam pencerahan, terutama dari sisi spiritual. Kita melakukan reka adegannya pun ikut healing di dalam film ini. Kita berproses bersama-sama,” kata Upie. 

Film “Kemarin” merupakan film layar lebar yang sudah tayang di bioskop pada akhir Desember 2020.

Dinominasikan dalam lima nominasi Piala Maya dan berhasil menyabet satu penghargaan sebagai Lagu Tema Terpilih dalam perhelatan kesembilan Piala Maya.

Film berdurasi 97 menit itu menceritakan perjalanan band Seventeen setelah 20 tahun berkarya hingga harus menjadi korban tsunami di Tanjung Lesung pada 2018 lalu.

Mulai Jumat (19/3) hingga Minggu (21/3), film itu akan kembali tayang dengan format Director Cut yang dikerjakan langsung oleh Sutradara Upie Guava di Bioskop Online secara premier dan tiketnya dapat dibeli dengan harga Rp30.000.

Baca juga: Upie Guava sebut film "Kemarin" dokudrama pertamanya yang menantang

Baca juga: Mahakarya Inc tak menyangka "Kemarin" jadi film layar lebar

Baca juga: Ifan Seventeen harapkan film "Kemarin" bukan jadi pengingat tragedi


Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemarin HS Dillon meninggal di Bali akibat sakit jantung

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar