Laporan dari Kuala Lumpur

Ahli: alat kontrasepsi tidak kurangi risiko kanker rahim

Ahli: alat kontrasepsi tidak kurangi risiko kanker rahim

Ilustrasi alat kontrasepsi (Freepik)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pakar obstetrik dan ginekologi KPJ Ampang Puteri Specialist Hospital Dr Jamil Bin Omar mengatakan penggunaan alat kontrasepsi memang penting untuk keharmonisan rumah tangga dan masyarakat, namun tidak bisa mengurangi risiko terkena kanker rahim.

"Penggunaan pil kontrasepsi (pil KB) tidak bisa mengurangi resiko memperoleh kanker ovari (rahim), endometrium dan kolo-rektar," ujarnya saat menyampaikan materi "Benarkah Alat Kontrasepsi Memicu Kanker Rahim" di Hotel Mandarin Oriental Kuala Lumpur, Kamis.

Jamil mengatakan penggunaan pil KB dalam jangka panjang bisa meningkatkan resiko kanker serviks dan meningkatkan resiko kanker payudara.

Menurut dia, jenis alat kontrasepsi terdiri dari implan, suntikan, pil kontrasepsi dan alat IUD.

"Kontrasepsi digunakan untuk mencegah kehamilan, mengatur pendarahan bulanan, mengurangi sakit saat datang bulan, mengurangi pendarahan, mempercantik kulit dan mencegah jerawat," katanya.

Baca juga: Jenis-jenis alat kontrasepsi dari hormonal hingga spiral

Dia mengatakan alat kontrasepsi mengandung sejumlah kecil hormon estrogen dan progestin sintetik.

"Kontrasepsi hormon biasanya bertindak melalui menghentikan ovulasi, menebalkan lendir serviks, mencegah kehamilan dengan menipiskan lapisan rahim dan suntikan kontrasepsi serta implan hanya menggunakan progesteron," katanya.

Sementara itu, alat kontrasepsi IUD adalah alat plastik kecil berbentuk T yang dimasukkan ke rahim untuk mencegah kehamilan.

"IUD mencegah kehamilan dengan bekerja secara hormon kemudian kehadiran logam tembaga," katanya.

Seminar tersebut menghadirkan peserta dari Darma Wanita Persatuan KBRI Kuala Lumpur, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bank Mandiri, Bank Muamalat dan peserta Ormas Perempuan Warga Negara Indonesia lain.

Turut hadir dalam seminar Kiki Hermono (Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Kuala Lumpur), Bitaria Citra Dewi (Pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI Kuala Lumpur), Puan Ariesza Noor (Chief Corporate Officer KPJ Healthcare Berhad), Dato’ Mohammad Farid Salim (Regional CEO KPJ KVH), Hj. Muhammad Badri Hussin (CEO KPJ Ampang Puteri).

Baca juga: BKKBN gandeng RS Hermina Pekanbaru layani PUS pasang alat kontrasepsi

Baca juga: Terapkan KB alami jika ogah pakai kontrasepsi

Baca juga: Amankah pasang alat kontrasepsi saat pandemi COVID-19?

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kini warga Ber-KB tak perlu dipaksa-paksa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar