Kemarin, PTM terbatas diperbolehkan hingga nasib vaksin AstraZeneca

Kemarin, PTM terbatas diperbolehkan hingga nasib vaksin AstraZeneca

Dokumentasi - Sebuah vial dari Universitas Oxford / AstraZeneca COVID-19 vaksin terlihat di Lochee Health Center di Dundee, Skotlandia, Inggris 4 Januari 2021. ANTARA/Andy Buchanan / Pool via REUTERS /File Photo/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita Kamis (18/3) kemarin yang menarik untuk disimak, mulai dari penegasan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas yang diperbolehkan sejak Januari 2021 hingga nasib 1,1 juta vaksin AstraZeneca yang akan kedaluwarsa pada Mei 2021.

Berikut berita-berita tersebut :

1. Sebanyak 38.605 peserta UTBK-SBMPTN permanen data

Sebanyak 38.605 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melakukan permanen data hingga Rabu (17/3) pukul 09.00 WIB.

Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyebutkan dari jumlah tersebut sebanyak 24.402 peserta adalah peserta reguler dan 14.203 adalah peserta pemegang nomor pendaftaran KIP Kuliah.

2. Mendikbud tegaskan sejak awal 2021 PTM terbatas sudah diperbolehkan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menegaskan bahwa sejak awal 2021 pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas sudah diperbolehkan.

“Sejak Januari 2021, penentuan PTM secara terbatas merupakan hak prerogatifnya pemerintah daerah (pemda). Mohon teman-teman media dan Komisi X DPR menjelaskan ini, karena saya sudah menjelaskannya secara berulang kali tapi tetap saja pertanyaan mengapa masih melakukan pendidikan jarak jauh (PJJ). Padahal awal tahun ini sudah diperbolehkan PTM secara terbatas,” ujar Nadiem dalam Rapat Kerja Komisi X DPR yang dipantau di Jakarta, Kamis.

 

3. Satgas sebut pemerintah hormati regulasi penanganan pandemi di Inggris

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah pada prinsipnya menghormati regulasi penanganan pandemi COVID-19 yang diterapkan otoritas kesehatan di Inggris.

 

“Pemerintah Indonesia sangat menyayangkan pembatalan partisipasi timnas Indonesia dalam ajang bulu tangkis di Inggris tersebut. Pemerintah Indonesia pada prinsipnya menghormati regulasi penanganan pandemi COVID-19 yang berlaku di Inggris,” katanya dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis, merespons kebijakan pemerintah Inggris yang mewajibkan seluruh atlet dan kontingen tim nasional bulu tangkis Indonesia di All England 2021, untuk diisolasi karena berada dalam satu pesawat dengan penumpang yang terinfeksi COVID-19.

 

4. 4.838.752 warga Indonesia telah mendapatkan vaksin COVID-19

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penerima vaksin COVID-19 se-Indonesia pada 18 Maret, sebanyak 4.838.752 orang, dengan penambahan penerima vaksin COVID-19 dosis pertama sebanyak 133.504 orang.

Dari jumlah tersebut, terdapat 1.948.531 orang yang sudah menjalani penyuntikan dosis kedua, dengan penambahan 72.391 orang, sesuai data yang diterima dari Satgas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Kamis sore.

 

5. Kemenkes optimistis 1,1 juta vaksin AstraZeneca habis di Bulan Mei

Kementerian Kesehatan optimistis sebanyak 1,1 juta vaksin AstraZeneca yang sudah diterima melalui skema multirateral Covax dan Lembaga Kesehatan Dunia WHO akan habis terpakai sebelum masa simpan berakhir, Mei 2021.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengemukakan pemberian vaksin juga akan diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan.

 

Pewarta: Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar