Komisi IX DPR berikan catatan realisasi kartu prakerja di Bengkulu

Komisi IX DPR berikan catatan realisasi kartu prakerja di Bengkulu

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena saat diwawancarai dalam kunjungan kerja di Provinsi Bengkulu. ANTARA/Carminanda/am.

Semua catatan ini akan kami tindaklanjuti nanti di Jakarta
Bengkulu (ANTARA) - Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan sejumlah catatan terhadap realisasi dua program pemerintah terkait ketenagakerjaan di tengah pandemi COVID-19, yakni program bantuan subsidi upah (BSU) dan kartu prakerja di Provinsi Bengkulu.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan beberapa catatan itu, di antaranya terkait pendataan warga yang berhak menerima dua program tersebut, yaitu para tenaga kerja yang benar-benar terdampak akibat pandemi COVID-19.

Kemudian, terkait keberlanjutan program, Komisi IX DPR RI menginginkan agar kedua program tersebut benar-benar bisa meningkatkan kapasitas dan keterampilan para tenaga kerja, sehingga nantinya diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru.

"Semua catatan ini akan kami tindaklanjuti nanti di Jakarta bersama mitra kami untuk membuat agar dua program ini makin efektif di lapangan, berguna dan bisa berkelanjutan bagi para pekerja dalam melalui pandemi COVID-19," kata Emanuel, di Bengkulu, Jumat.

Kendati demikian, dalam rapat bersama para pemangku kebijakan di Provinsi Bengkulu, para anggota Komisi IX DPR RI menyebut sejauh ini kedua program, yakni BSU dan kartu prakerja di Bengkulu sudah berjalan cukup baik.

Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepesertaan program BSU di Provinsi Bengkulu mencapai 48.602 orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menyebut angka tersebut sudah melebihi jumlah pencari kerja di Provinsi Bengkulu yang sebelumnya berada pada angka sekitar 28 ribu orang dan menjadi perhatian.

"Makanya sempat muncul pertanyaan kenapa banyak sekali pencari kerja di Provinsi Bengkulu. Tapi tentu saja ini merupakan dampak pandemi COVID-19, sehingga banyak masyarakat hilang pekerjaan," kata Hamka pula.

Menurut Hamka, saat ini jumlah pencari kerja di Provinsi Bengkulu membengkak menjadi sekitar 74 ribu orang. Data itu terdiri dari 28 ribu orang yang baru mencari kerja dan sisanya merupakan warga yang kehilangan pekerjaan selama pandemi COVID-19.
Baca juga: Komisi IX DPR RI pantau progres BSU dan kartu prakerja di NTB
Baca juga: Presiden sebut Kartu Prakerja sukses tingkatkan keterampilan pekerja


Pewarta: Carminanda
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden lantik Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar, Kepri, dan Bengkulu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar