Harga gabah petani di Cirebon di bawah HPP

Harga gabah petani di Cirebon di bawah HPP

Dokumentasi - Petani menjemur padi hasil panennya di Dusun Sukamanah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp.

Cirebon (ANTARA) - Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Jawa Barat Wasman mencatat  harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp4.070 per kilogram saat musim panen tiba.

"Harga gabah kering panen saat ini di bawah HPP yang telah ditetapkan," kata Wasman di Cirebon, Minggu.

Saat ini harga GKP di tingkat petani sebesar Rp3.500 per kilogram karena sudah memasuki musim panen raya, katanya.

Oleh karena itu, ia menilai kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras 1 juta ton tidak tepat karena sebagian wilayah Indonesia memasuki panen raya. 

Menurut dia,  isu tentang impor beras juga mempengaruhi harga gabah di pasar dan membuat para petani merasa dirugikan.

"Saat ini kita sudah mulai masuk panen raya, jadi harga juga sedang murah," tuturnya.

Ia mengatakan bukan hanya GKP yang sedang turun harga, tapi juga gabah kering giling (GKG) juga mengalami hal serupa, di mana saat ini per kilogram hanya dihargai berkisar Rp4.500 saja.

Padahal tutur Wasman, HPP GKG yang telah ditetapkan yaitu Rp5.115 per kilogram, kondisi ini tentu membuat sulit para petani.

"Harga GKG juga di bawah HPP yang telah ditetapkan, ini menunjukkan stok beras di pasar juga sedang melimpah," katanya.***1***
Baca juga: ACT beli gabah petani Blora dengan harga di atas pasaran
Baca juga: Anggota DPR: Kaji ulang rencana impor beras

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemkab Ngawi minta pemerintah pusat katrol harga beras

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar