Akuatik

HUT ke-70, PRSI serius lakukan pembibitan atlet demi Olimpiade 2032

HUT ke-70, PRSI serius lakukan pembibitan atlet demi Olimpiade 2032

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Anindya Novan Bakrie memberikan sambutan dalam acara syukuran HUT ke-70 PRSI yang digelar di Jakarta, Minggu (21/3/2021). (Dokumentasi PRSI)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) Anindya Novan Bakrie bertekad untuk bekerja keras melakukan pembinaan dan pembibitan atlet usia dini sebagai persiapan menjelang Olimpiade 2032.

Dalam acara syukuran HUT ke-70 PRSI yang digelar di Jakarta, Minggu, Anindya mengatakan pembinaan atlet usia dini yang dipersiapkan untuk Olimpiade nantinya akan dimulai pada usia 11-12 tahun dengan didukung penerapan sport science.

“Kita juga harus kerja keras pembibitan untuk Olimpiade 2032. Atlet dengan usia 11-12 tahun kita siapkan menuju Olimpiade. Sport science menjadi basis pendataan yang sangat penting untuk sukses pembinaan," ujar Anindya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dia berharap pembinaan usia dini itu dapat mendukung Indonesia agar dapat sukses, baik secara penyelenggaraan maupun prestasi seandainya Indonesia memenangi bidding tuan rumah Olimpiade 2032.

Baca juga: Menang telak, Anindya Bakrie kembali ketua umum PB PRSI
Baca juga: Ikee ikuti kualifikasi renang Olimpiade setelah perawatan leukemia


Indonesia saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Selain Indonesia, sejumlah kota dan negara telah secara terbuka mengutarakan minat yang sama adalah Brisbane, China, Doha dan lembah Ruhr Jerman.

“Pada 2018 Indonesia sukses menjadi tuan rumah Asian Games. Selanjutnya bagaimana kita mendukung pemerintah supaya Indonesia menang bidding tuan rumah Olimpiade 2032. Tidak hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses prestasi,” katanya.

Perenang I Gede Siman Sudartawa yang hadir dalam acara tersebut juga berharap pada HUT ke-70, PRSI bisa terus memberikan perhatian kepada para atletnya.

"Harapannya PRSI ke depan lebih baik lagi, atlet juga terus mendapat perhatian supaya bisa mencetak prestasi yang baik," ujar Siman.

PB PRSI didirikan pada 21 Maret 1951 dan diketuai pertama kali oleh Prof. dr. Poerwo Soedarmo. PB PRSI menaungi beberapa disiplin olahraga, yakni renang, renang artistik, renang perairan terbuka, polo air, loncat indah dan renang master.

Baca juga: Sarah Sjostrom si ratu gaya kupu-kupu sudah kembali berenang
Baca juga: Sanksi larangan delapan tahun Sun Yang dicabut sementara


Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bali targetkan 3 emas untuk cabang renang di PON XX Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar