KNPI di Jakarta diharapkan bersatu untuk kepentingan bangsa

KNPI di Jakarta diharapkan bersatu untuk kepentingan bangsa

Salah satu calon Ketua Umum KNPI DKI Jakarta Ronny Bara Pratama (tiga kiri/baju putih) mendapatkan dukungan dari berbagai Organisasi Kemasyakatan Pemuda (OKP) dalam deklarasi pencalonannya di Jakarta Selatan, Selasa (23/3/2021). ANTARA/Ricky Prayoga.

KNPI sebagai organisasi pemersatu pemuda, harus bersatu
Jakarta (ANTARA) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jakarta diharapkan untuk bersatu demi kepentingan masyarakat Jakarta, bangsa, negara serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) itu sendiri. 

"KNPI sebagai organisasi pemersatu pemuda, harus bersatu harus bangkit dengan seluruh komponen pemuda yang ada untuk kepentingan bangsa, negara dan kepentingan Jakarta," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Jakarta, Selasa.

Riza yang merupakan Ketua DPD KNPI DKI Jakarta 2002-2005 itu, juga menyebut bahwa pihaknya juga telah menginstruksikan KNPI agar bersatu sebagai organisasi.

Senada dengan Riza, salah satu calon Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta, Ronny Bara Pratama juga berkeinginan untuk menyatukan kepengurusan KNPI di Ibu Kota yang saat ini diakuinya terpecah dalam empat kubu.

"Kita sebagai pemuda Jakarta harus tangguh punya sikap, punya pendirian, jangan takut melawan intervensi dari orang lain jika itu salah, apalagi KNPI ini beberapa kali dipecah belah akibat intervensi. Sekarang kesempatan bagi kita untuk memperbaiki ini dengan Musda dalam kondisi persatuan ini," kata Ronny Bara.

Baca juga: Ketua KNPI harap Jakarta Youth Award 2020 bisa menjadi inspirasi

Berpecahnya kepengurusan KNPI ini, lanjut Ronny, berakibat terhentinya kegiatan kepemudaan di DKI Jakarta karena Pemprov DKI juga melihat tidak terakomodirnya berbagai kegiatan OKP di Jakarta sebagai efek perpecahan itu.

"Efeknya program atau kolaborasi antar OKP serta dengan Pemprov DKI terhenti karena koordinasi akhirnya tidak ada," kata Ronny.

Karenanya, dia juga menginginkan adanya persatuan di KNPI di Indonesia mulai dengan di Jakarta yang berinisiatif untuk menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tanpa tarikan dari KNPI Pusat yang juga tengah mengalami perpecahan demi berjalannya kegiatan OKP di Jakarta.

Ronny sendiri, optimis jika menjadi ketua, akan mampu menyatukan perpecahan di tubuh KNPI karena dirinya tidak terkait dengan konflik-konflik kepengurusan masa lalu.

"Saya adalah pendatang baru dibanding calon lain. Saya terlepas dari konflik di masa lalu, karenanya saya berharap nanti KNPI tidak memiliki beban konflik masa lalu dan tekanan dari pihak manapun sehingga KNPI dapat dikembalikan marwahnya sebagai wadah berhimpunnya OKP-OKP di DKI," ucapnya.

Baca juga: KNPI minta pemerintah bentuk badan khusus penanggulangan banjir

Ronny mengaku, telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KNPI DKI Jakarta di kantor DPP KNPI DKI, Jakarta pada Selasa (23/3) siang dengan membawa sekitar 100 rekomendasi dari 183 OKP di dalam KNPI DKI Jakarta.

Namun yang mendaftar tidak hanya dirinya, tapi kader KNPI lainnya.

Dengan adanya ragam kandidat, Ronny akan memperkuat hubungan dengan OKP lain agar  agar dukungan kepadanya dari OKP di Jakarta bisa dipertahankan hingga di waktu pemilihan.

"Semoga semua pemuda di Jakarta satu visi dengan saya dan tidak ingin terpecah belah lagi agar kegiatan OKP ini berjalan di Jakarta dan mendukung kegiatan pemerintah sebagai mitra," ucapnya.

Sebelumnya, disebut-sebut Musda KNPI DKI ini dapat digelar berkat arahan dan Wagub DKI Jakarta Ariza selaku mantan Ketua KNPI DKI Jakarta periode 2002-2005.

Baca juga: Kongres KNPI ke-14 akan digelar di Jakarta

Keempat kubu KNPI DKI, kemudian sepakat untuk membuka pendaftaran calon Ketua KNPI DKI Jakarta selama tiga hari dari Selasa (23/3) sampai Kamis (25/3) pukul 20.00 WIB.

Musda ini sendiri digelar untuk mencari sosok calon Ketua KNPI DKI Jakarta dan merupakan diinisiasi oleh Ketua KNPI DKI dari empat kubu, yaitu Ichwanul Muslimin, Bambang Irawan, Rahmat Arianto dan Gusti Arief.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar