Saham Tokyo dibuka turun tertekan meningkatnya kasus COVID-19 di Eropa

Saham Tokyo dibuka turun tertekan meningkatnya kasus COVID-19 di Eropa

Dokumentasi - Seorang pria yang memakai masker, saat wabah penyakit virus corona (COVID-19), melintasi papan elektronik yang menunjukkan indeks Nikkei di pasar saham di kawasan bisnis di Tokyo, Jepang, Senin (4/1/2021). ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/am.

Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Tokyo dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi, melanjutkan kerugian sesi sebelumnya karena sentimen investor tertekan oleh kekhawatiran kebangkitan kasus COVID-19 di Eropa, yang telah menyebabkan penguncian diperpanjang di Jerman, Prancis, dan Italia.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) terpangkas 338,36 poin atau 1,17 persen, dari penutupan Selasa (23/3/2021), menjadi diperdagangkan di 28.657,56 poin.

Sehari sebelumnya, indeks Nikkei 225 kehilangan 178,23 poin atau 0,61 persen menjadi 28.995,92 poin, menandai level penutupan terendah sejak 8 Maret.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo kehilangan 23,00 poin atau 1,17 persen, menjadi diperdagankan pada 1.948,48 poin. Indeks Topix turun 18,70 poin atau 0,94 persen menjadi 1.971,48 poin pada akhir perdagangan Selasa (23/3/2021).

Saham-saham emiten yang berhubungan dengan transportasi udara, pertambangan dan transportasi laut merupakan yang menurun paling besar pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Baca juga: Saham Tokyo ditutup lebih rendah Selasa
Baca juga: Aksi buru saham murah, angkat bursa Tokyo dibuka lebih tinggi
Baca juga: Saham Tokyo ditutup rugi, tertekan penurunan saham otomotif

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar