Pengembangan perpustakaan masih terjerat masalah klasik

Pengembangan perpustakaan masih terjerat masalah klasik

Petugas mengarahkan pengunjung tentang penggunaan aplikasi iPusnas di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu (5/8/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan pengembangan perpustakaan di Tanah Air masih terjerat masalah klasik, seperti ketercukupan koleksi hingga tenaga perpustakaan.

"Masalah klasik, seperti belum idealnya rasio ketercukupan koleksi, tenaga perpustakaan, akses layanan perpustakaan yang belum merata, sarana prasarana perpustakaan yang ada belum sesuai standar nasional perpustakaan," ujar Syarif dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Dia mengemukakan bahwa pelibatan masyarakat dalam pembangunan perpustakaan juga belum optimal, keterbatasan anggaran pembangunan perpustakaan dan literasi masyarakat terbatas, serta belum optimalnya implementasi regulasi tentang perpustakaan oleh pemerintah daerah.

"Akan tetapi dalam rakornas bidang perpustakaan yang kami selenggarakan, pemerintah berupaya untuk mengurangi kesenjangan permasalahan tersebut, baik melalui pendanaan langsung dari APBN, seperti penyaluran dana DAK, kegiatan dekonsentrasi, berbagai insentif dan bantuan perpustakaan, serta melalui pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sesuai dengan standard nasional perpustakaan," ujar dia.

Perpusnas optimistis dengan jerih payah semua dan dukungan pemerintah daerah akan membawa kemajuan perpustakaan dalam upaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, utamanya dalam peningkatan budaya literasi, inovasi dan kreativitas untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berpengetahuan dan berkarakter.

Baca juga: Perpustakaan kampus harus bisa diakses mahasiswa dengan mudah

"Kita semua patut bersyukur dan makin bersemangat, kita saksikan bersama bahwa dalam rakornas kemarin, pengembangan perpustakaan di Indonesia mendapat dukungan yang positif dari semua narasumber,” ucap dia.

Baca juga: Rakornas bidang perpustakaan lahirkan enam rekomendasi

Dari hasil rakornas ini, katanya, akan disusun laporan lengkap, baik untuk sesi kebijakan, praktisi dan sesi ruang konsultasi yang berjumlah 17 ruang, dan hasil rekomendasi Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan Tahun 2021, sebagai bahan pengambilan kebijakan pembangunan perpustakaan ke depan.

Baca juga: Dana Desa dapat untuk kelola perpustakaan desa

Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah Perpustakaan Nasional, perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan khusus, serta pemangku kepentingan bersinergi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, sektor swasta dan masyarakat lembaga dalam mewujudkan peningkatan budaya literasi, inovasi dan kreativitas sebagai salah satu pilar untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Pewarta: Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tingkatkan minat baca, Pemprov Maluku gelar Lomba Perpustakaan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar