India laporkan varian baru virus corona

India laporkan varian baru virus corona

Seorang tenaga kesehatan melakukan tes usap dari seorang perempuan saat kampanye tes antigen untuk penyakit virus corona (COVID-19), di luar sebuah pusat perbelanjaan di Mumbai, India, Senin (22/3/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Niharika Kulkarni/hp/cfo (REUTERS/NIHARIKA KULKARNI)

Meski VOC dan varian mutan ganda baru telah ditemukan di India, ini belum terdeteksi pada jumlah yang mencukupi untuk menentukan hubungan langsung atau menjelaskan peningkatan kasus yang cepat di sejumlah negara bagian,
New Delhi (ANTARA) - India menemukan "varian mutan ganda" baru COVID-19, menurut Kementerian Kesehatan pada Rabu, sehingga menambah kekhawatiran saat pemerintah berjuang menghadapi rekor harian kasus dan kematian COVID-19 tahun ini.

Pengurutan genom dan analisis sampel dari Negara Bagian Maharashtra mendeteksi mutasi pada virus tersebut, yang sebelumnya tidak sama dengan "varian yang menjadi perhatian" (VOC), tulis pernyataan kementerian.

Maharashtra merupakan salah satu negara bagian India paling parah terdampak pandemi, tetapi kementerian menyebutkan tidak jelas apakah varian baru itu menyebabkan lonjakan di wilayah tersebut atau di negara bagian lainnya.

Baca juga: PM Modi pilih vaksin "buatan India" ketimbang AstraZeneca
Baca juga: India mengaku miliki banyak vaksin COVID untuk rakyatnya sendiri


"Meski VOC dan varian mutan ganda baru telah ditemukan di India, ini belum terdeteksi pada jumlah yang mencukupi untuk menentukan hubungan langsung atau menjelaskan peningkatan kasus yang cepat di sejumlah negara bagian," bunyi pernyataan kementerian.

India telah melaporkan sejumlah kasus varian COVID-19 yang mulanya muncul di Inggris, di Afrika Selatan dan di Brazil.

Pada Rabu India mencatat 47.262 infeksi baru dalam sehari, tertinggi sejak awal November, sehingga jumlahnya mencapai 11,7 juta kasus.

Tercatat pula 275 kematian baru COVID-19, tertinggi tahun ini, sehingga menjadi 160.441, menurut data pemerintah.

Total vaksinasi di India menjadi peringkat tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan China, tetapi jika berdasarkan hitungan per kapita tingkatnya lebih rendah, menurut laman Our World in Data.

Sumber: Reuters

Baca juga: Festival besar Hindu cemaskan India saat kasus COVID meningkat
Baca juga: Menata Ulang Diplomasi di Dunia Pasca-COVID: Perspektif India

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wiku: Penularan rendah, COVID-19 sukar bermutasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar