Akademisi dorong peran IRT dalam pengendalian tembakau di keluarga

Akademisi dorong peran IRT dalam pengendalian tembakau di keluarga

Workshop virtual diikuti lima perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, Selasa (23/03/2021). ANTARA/HO-Humas Universitas Udayana, Bali. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021)

Denpasar (ANTARA) - Akademisi dari lima perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Bengkulu, Universitas Islam Bandung, Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta, dan Universitas Udayana Bali mendorong peran ibu rumah tangga (IRT) dalam pengendalian tembakau di lingkungan keluarga.
 
"Perempuan khususnya ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam pengendalian rokok atau tembakau di keluarga. Konsumsi tembakau semakin tinggi, terutama perempuan dan anak-anak," kata Wakil Rektor 4 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Dr. Lestari Nurhajati dalam keterangan persnya di Denpasar, Bali, Rabu.

Baca juga: Komnas: perempuan menjadi sasaran industri rokok

Baca juga: Perempuan adalah korban rokok, jangan hanya diam
 
Ia mengatakan bahwa dalam situasi seperti saat ini dibutuhkan pemahaman pada ibu rumah tangga untuk menjaga kesehatan anak-anak dan keluarga. Untuk itu, lima perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia ini hadir untuk berkolaborasi melakukan pengabdian kepada masyarakat lintas kampus pada isu pengendalian tembakau.
 
"Pengabdian lintas kampus yang melibatkan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia ini kami harap dapat meningkatkan upaya pengendalian tembakau bagi perempuan dan anak-anak di seluruh Indonesia,” kata Lestari Nurhajati.
 
Ia menjelaskan bahwa selama ini upaya pengendalian tembakau di Indonesia masih terfokus pada perokok laki-laki karena jumlahnya yang sangat tinggi.
 
Sementara, upaya pengendalian tembakau di Indonesia juga kurang melibatkan peran serta kelompok masyarakat rentan, seperti perempuan dan anak-anak.
 
"Padahal, menurut World Health Organization (WHO), 600 ribu perempuan di dunia menjadi perokok pasif dan 64 persen kematian perokok pasif berasal dari kaum perempuan," katanya.
 
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis di lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai agen perubahan. Untuk itu, peran perempuan sangat mendukung pengendalian tembakau di Indonesia yang jumlahnya makin meningkat.

Baca juga: Merokok, pilihan mati secara perlahan
 
Sebelumnya, ada 10 perguruan tinggi yang juga telah melakukan kolaborasi dalam upaya pengendalian tembakau bagi perempuan dan anak-anak.
 
Ke-10 perguruan tinggi negeri dan swasta itu adalah Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Moestopo Beragama, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Surakarta (UNS), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA).
 

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPU jelaskan tambahan 5 bulan tahapan pemilu, akademisi usul ganti sistem

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar