BI paparkan akselerasi vaksinasi terhadap pemulihan ekonomi global

BI paparkan akselerasi vaksinasi terhadap pemulihan ekonomi global

Ilustrasi: Vaksinasi massal untuk lansia dan petugas layanan publik di Riau. (Diana/ANTARA).

Ini juga menjadi salah satu kunci mengapa perbaikan ekonomi global kemudian mulai berada pada tren yang meningkat
Jakarta (ANTARA) - Kepala Grup Ekonomi Makro Departemen Kebijakan Ekonomi Makro Bank Indonesia (BI) Riza Tyas Utama menyebutkan akselerasi vaksinasi dan penurunan kasus COVID-19 merupakan kunci dari perbaikan ekonomi global.

“Ini juga menjadi salah satu kunci mengapa perbaikan ekonomi global kemudian mulai berada pada tren yang meningkat,” katanya dalam acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis.

Riza menuturkan perbaikan perekonomian global mulai terlihat melalui PMI manufaktur yang berada dalam tren meningkat di atas 50, bahkan PMI jasa Amerika Serikat (AS) di atas 55 dan India sekitar 52,8.

Tak hanya itu Riza mengatakan perbaikan ekonomi global juga terlihat dari sisi permintaan yakni indeks keyakinan konsumen yang turut membaik pada beberapa bulan terakhir.

Baca juga: BI: Perbaikan ekonomi domestik lambat tapi berlanjut seiring vaksinasi

Di sisi lain Riza mengatakan pemulihan ini masih belum seimbang karena ada negara yang mengalami akselerasi perbaikan ekonomi secara sangat cepat seperti Amerika Serikat, China, dan India, namun ada yang tidak.

“Salah satu faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan antara negara maju dan beberapa negara emerging market berbeda adalah pelaksanaan vaksinasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan negara-negara yang mengalami pertumbuhan dan pemulihan lebih cepat didukung oleh akselerasi pelaksanaan vaksinasi, terutama terjadi di negara maju seperti Israel, Inggris, dan AS.

Menurutnya, beberapa negara tersebut mampu mengakselerasi vaksinasinya baik dari sisi mengamankan suplai, pelaksanaan vaksinasi, hingga ketersediaan alat kesehatan maupun aspek pendukung lainnya.

Baca juga: Kemenkeu: Program vaksinasi dongkrak ekonomi RI lebih baik tahun ini

Terlebih lagi ia menyebutkan AS turut didorong oleh adanya stimulus fiskal sebesar 1,9 triliun dolar AS yang berlaku sejak 17 Maret 2021 dan rencana penambahan mencapai 2 triliun dolar AS pada triwulan IV-2021.

“AS sempat mengalami pergantian pemerintahan. Ini menyebabkan mereka bisa mengejar vaksinasi dengan sangat cepat sehingga sekarang berada pada nomor empat akselerasi pelaksanaan vaksinasinya,” jelasnya.

Sementara itu Riza mengatakan untuk akselerasi vaksinasi dan respons COVID-19 di Indonesia sudah lebih baik serta relatif lebih cepat dibandingkan Malaysia, Thailand, maupun Fillipina.

“Kita jauh lebih cepat padahal dibandingkan negara tetangga yang tadi saya sebutkan, secara geografis kita lebih luas dan berpulau-pulau serta secara penduduk lebih banyak,” ujarnya.

Baca juga: Kemenkeu nilai vaksinasi berikan sentimen positif ungkit perekonomian

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BI Sultra dukung keuangan syariah untuk pemulihan ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar