Nelayan Muara Angke berharap proyek reklamasi berlanjut kembali

Nelayan Muara Angke berharap proyek reklamasi berlanjut kembali

Foto udara suasana proyek pembangunan reklamasi Teluk Jakarta di Pantai Utara Jakarta, Minggu (28/2). Meskipun menuai pro dan kontra, tapi proyek reklamasi di Teluk Jakarta terus berjalan. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/foc.

Di saat-saat sulit ini justru tidak ada aktivis yang membantu
Jakarta (ANTARA) - Komunitas Nelayan Muara Angke mengharapkan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI segera mengerjakan kembali proyeksi reklamasi di Teluk Jakarta Utara guna mengangkat kehidupan masyarakat.

Ketua Komunitas Nelayan Muara Angke, Diding Setiawan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, menyatakan masyarakat di sekitar Muara Angke kesulitan secara ekonomi karena pandemi COVID-19 dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Diding menuturkan proyek reklamasi di Teluk Jakarta Utara akan memberikan harapan secara ekonomi bagi masyarakat Muara Angke yang dapat terlibat sebagai pekerja pada pembangunan tersebut.

Diding menjelaskan masyarakat Muara Angke selama ini mengandalkan mata pencaharian dari hasil tangkap ikan atau berprofesi sebagai nelayan.

Baca juga: Kiara tetap tolak reklamasi Teluk Jakarta maupun Benoa, ini alasannya

Namun mata pencaharian dari tangkap ikan saat ini semakin sulit diandalkan karena cuaca tidak mendukung, serta adanya polusi limbah dari 13 muara sungai ke laut Teluk Jakarta.

"Akibat limbah dari 13 muara sungai ke laut membuat hasil tangkapan ikan terus menipis," ujar Diding.

Diding meminta pemerintah dapat menjamin penghasilan masyarakat melalui pekerjaan baru jangka panjang sehingga tidak hanya mengandalkan sebagai nelayan.

Diutarakan Diding, pemerintah dapat melanjutkan proyek reklamasi Pulau G untuk menyerap tenaga kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Baca juga: Walhi ingatkan reklamasi Jakarta bisa timbulkan bencana ekologis

Diding menjelaskan pembangunan yang tidak kunjung dilanjutkan ini justru berbahaya bagi nelayan sekitar karena pasir yang sudah telanjur digali dan tidak adanya mercusuar di daerah sekitar Pelabuhan Muara Angke, menyebabkan banyak kasus kapal terdampar.

“Di saat-saat sulit ini justru tidak ada aktivis yang membantu. Dulu ketika Pulau G disegel, mereka ramai-ramai mengajak kita menolak reklamasi. Tapi sekarang pada kemana mereka?" tutur Diding.

Solusi ekonomi
Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal perizinan reklamasi Pulau G.

MA juga memerintahkan Anies untuk memperpanjang izin atas pemegang izin PT Muara Wisesa Samudra.

Baca juga: Jokowi-Anies dinilai satu visi soal reklamasi Teluk Jakarta

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai pembangunan kembali proyek pulau reklamasi di Teluk Jakarta dapat menjadi solusi untuk menggerakkan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Trubus menyatakan keberlanjutan proyeksi pulau reklamasi seperti tercantum pada Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2020 dapat mendorong pelaku usaha dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wapres JK: Kebijakan di Teluk Jakarta sebagai tindakan pragmatis dan realistis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar