Kota Padang miliki rumah potong unggas berkapasitas 1.500 ekor per jam

Kota Padang miliki rumah potong unggas berkapasitas 1.500 ekor per jam

Gubernur Sumbar Mahyeldi meninjau Rumah Potong Unggas di Padang, Kamis (25/3/2021). ANTARA/HO-Pemkot Padang/am.

Dengan kapasitas ini ditargetkan dapat memotong 10 ribu sampai 15 ribu ekor ayam per hari
Padang (ANTARA) - Kota Padang, Sumatera Barat, kini resmi memiliki rumah potong unggas berstandar nasional, yang mampu memotong ayam hingga 1.500 ekor per jam.

"Rumah potong unggas yang dibangun sejak 2019 ini kini sudah siap beroperasi difasilitasi Koperasi Saudagar Minang Raya dan Pemkot Padang," kata Sekda Kota Padang Amasrul di Padang, Sumbar, Kamis.

Menurut dia, Kota Padang sebagai salah satu kota dengan tingkat konsumsi pangan hewan yang cukup tinggi khususnya daging ayam, memerlukan keberadaan rumah potong unggas (RPU), yang memenuhi standar nasional.

Pada 2019, Koperasi Saudagar Minang Raya membuat perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota Padang untuk membangun RPU di Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, dalam rangka mendukung pemerintah mewujudkan target konsumsi pangan asal hewan khususnya daging.

"Alhamdulillah, hari ini bangunan sudah berdiri lengkap dengan peralatan yang modern dan memenuhi standar nasional (SNI), bersertifikasi halal, dan nomor kontrol veteriner (NKV )," ujar dia.

Lebih lanjut, Sekda mengatakan keberadaan rumah potong unggas ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan memastikan keamanan terhadap peredaran daging di Kota Padang.

"Selain itu, juga dapat mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan, yaitu melakukan penjaminan ketersediaan pangan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) mulai dari hulu sampai ke hilir," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Koperasi Saudagar Minang Raya Joinerry Kahar menyampaikan RPU ini didukung dengan berbagai fasilitas di antaranya cold storage yang bisa menampung 50 ton daging ayam dan kemudahan bisa membekukan daging ayam sampai minus 40 derajat Celsius dengan kapasitas 16 ton per hari.

"Dengan kapasitas ini ditargetkan dapat memotong 10 ribu sampai 15 ribu ekor ayam per hari," katanya.

Joinerry optimistis dengan kemampuan RPU tersebut kebutuhan ayam yang higienis, halal, utuh, dan bersih dapat terpenuhi untuk masyarakat Kota Padang maupun di Sumatera Barat.

"Rumah potong unggas ini merupakan satu-satunya yang di Sumatera Barat, bahkan provinsi tetangga seperti Jambi dan Bengkulu belum ada. Kita harapkan dengan adanya RPU ini dapat memotivasi tumbuh RPU di kabupaten/kota lainnya di Sumbar," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menilai kehadiran rumah potong unggas akan menggerakkan hulu dan hilir dari peternakan unggas di Kota Padang mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, hingga kesejahteraan peternak.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya menyambut baik kehadiran RPU Kota Padang ini. Semoga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat," kata dia.

Mahyeldi menambahkan dengan kehadiran RPU di Kota Padang ini, maka Provinsi Sumatera Barat dapat bersinergi dengan provinsi lainnya di Indonesia untuk penyediaan daging ayam.

"Untuk itu, kita harapkan kepada para perantau supaya lebih banyak lagi untuk berinvestasi di Kota Padang, sehingga 65 persen warga Sumatera Barat yang bekerja di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dapat bergerak ekonominya," katanya.

Baca juga: Penurunan harga cabai dan daging ayam dorong deflasi di Padang
Baca juga: Dirjen Perhubungan Darat akan perbaiki terminal Anak Air di Padang
Baca juga: Akibat COVID-19 Sumbar tak lagi ekspor produk perikanan

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menetas untung budidaya ayam bekisar cemani yang menjanjikan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar