Gus Menteri: Kunci pembangunan Indonesia ada di desa

Gus Menteri: Kunci pembangunan Indonesia ada di desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. (ANTARA/HO-Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa kunci pembangunan di Indonesia itu ada di desa.

"Seperti dikatakan Presiden Jokowi yaitu membangun Indonesia dari pinggiran yaitu desa, diselesaikan di desa dan keberhasilan agregatifnya dirasakan oleh level di atasnya," ujar Abdul Halim Iskandar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, salah satu ukuran kesuksesan pembangunan daerah adalah menurunnya secara signifikan angka kemiskinan.

Baca juga: Mendes PDTT minta pemanfaatan Dana Desa dilaporkan setiap hari

"Jika kemiskinan di desa menurun maka pasti kemiskinan di tingkat kabupaten juga akan turun," kata Gus Menteri demikian ia biasa disapa, saat menyambangi Desa Sidorejo, Kecamatan Kabawetan di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Kamis (25/3).

Untuk itu, lanjut dia, Kemendes PDTT mengeluarkan arah kebijakan pembangunan desa dalam SDGs Desa yang berbicara soal Desa Tanpa Kemiskinan, tanpa kelaparan, pendidikan berkualitas, ramah perempuan hingga poin ke-18 yaitu Lembaga Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

"Ini artinya, pembangunan di desa harus senantiasa bertumpu ke akar budaya," katanya

Kabupaten Kepahiang memanfaatkan dana desa sebesar Rp869 miliar diprioritaskan ke kemiskinan, pendidikan berkualitas, desa sehat dan sejahtera.

"Tiga hal ini menjadi fokus maka saya yakin dalam waktu lima tahun akan menjadi percepatan keberhasilan pembangunan," kata Gus Menteri.

Baca juga: Mendes nilai dana desa dapat digunakan untuk program cegah narkoba

Gus Menteri mengatakan, meski ada COVID-19, seharusnya Dana Desa tidak terlalu tergerus karena perhitungan Kemendes PDTT, Dana Desa untuk COVID-19 tidak lebih dari 8 persen. Kemudian untuk BLT tidak lebih dari 20 persen.

Selebihnya, desa bisa menggunakan untuk pembiayaan infrastruktur dengan menggunakan pola padat karya tunai desa (PKTD).

Di Desa Sidorejo, selain diperlihatkan Guest House, Gus Menteri juga diperlihatkan produksi BUMDes seperti Kopi Khas Sidorejo dan Batik Khas Kepahiang yang disebutnya sarat makna.

Gus Menteri pun diperlihatkan Kawasan Wisata Kepahiang Mountain Valley yang dikelola BUMDes dan Air Terjun.

Baca juga: Mendes PDTT pastikan pendamping desa bekerja profesional
Baca juga: Kemendes: Pembangunan SDM kelola BUMDes mendesak
Baca juga: Gus Menteri harap kebijakan politik bertumpu pada kesejahteraan

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemendes PDTT & KIP kerja sama keterbukaan informasi publik di desa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar