KPK geledah Kantor PT Gunung Madu Plantations terkait kasus perpajakan

KPK geledah Kantor PT Gunung Madu Plantations terkait kasus perpajakan

Ilustrasi. KPK (Antara)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Pusat PT Gunung Madu Plantations di Provinsi Lampung, Kamis, dalam penyidikan kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan Tahun 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

"Kamis, Tim Penyidik KPK dalam perkara dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan Tahun 2016 dan 2017 di Ditjen Pajak telah selesai melaksanakan penggeledahan di wilayah Lampung yang bertempat di Kantor Pusat PT GMP (Gunung Madu Plantations), Lampung Tengah, Provinsi Lampung," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Adapun penggeledahan dimulai sejak pukul 12.00 WIB sampai 20.00 WIB, katanya.

Baca juga: KPK sebut kasus suap di Ditjen Pajak berawal dari laporan masyarakat
Baca juga: Kemenkumham cekal pejabat Ditjen Pajak diduga lakukan korupsi
Baca juga: Mantan kepala kantor pajak divonis 6,5 tahun penjara


Ia mengatakan di lokasi tersebut ditemukan dan diamankan berbagai dokumen dan barang elektronik yang terkait dengan kasus tersebut.

"Selanjutnya, bukti-bukti tersebut akan segera dianalisa untuk diajukan penyitaannya dan menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan dimaksud," ucap Ali.

Untuk diketahui, KPK sedang melakukan penyidikan kasus dugaan suap di Ditjen Pajak. Dengan penyidikan itu, KPK telah menetapkan tersangka. Adapun nilai suap yang terjadi mencapai sekitar puluhan miliar rupiah.

Pengumuman tersangka akan disampaikan saat Tim Penyidik KPK telah melakukan penangkapan atau penahanan para tersangka.

KPK juga telah meminta Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk mencegah ke luar negeri terhadap dua pejabat Ditjen Pajak yang diduga terlibat suap, yaitu berinisial APA dan DR.

Selain itu, empat orang lainnya juga dicegah terkait kasus tersebut, yaitu RAR, AIM, VL dan AS. Pencegahan berlaku selama enam bulan terhitung 8 Februari hingga 5 Agustus 2021.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut terdapat tiga perusahaan yang diduga terkait dengan kasus di Ditjen Pajak tersebut, yaitu PT Jhonlin Baratama, Panin Bank, dan PT Gunung Madu Plantations.

KPK pada Kamis (18/3) juga telah menggeledah Kantor PT Jhonlin Baratama di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dan Kantor Pusat PT Bank Panin, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/3).

Dari dua lokasi itu, juga diamankan berbagai dokumen dan barang elektronik.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Busyro Muqoddas sebut hasil uji wawasan kebangsaan cacat moral akademik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar