Pegiat: Menarik petani milenial bisa lewat pengembangan potensi alam

Pegiat: Menarik petani milenial bisa lewat pengembangan potensi alam

Suasan diskusi virtual tentang tantangan petani milenial yang diselenggarakan LSPR, Yayasan Kehati dan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, dipantau dari Jakarta, Kamis (25/3/2021) ANTARA/Prisca Triferna

Jakarta (ANTARA) - Manajer Program Ekosistem Pertanian Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Puji Sumedi mendorong milenial mengembangkan pertanian berkelanjutan lewat pendekatan ekowisata sehingga pertanian menjadi bagian dari ekowisata.

"Ada pendekatan lain yaitu bagaimana kemudian mereka bisa bergerak dari sisi ekowisata sehingga pertanian menjadi bagian dari ekowisata," kata Puji dalam diskusi virtual tentang tantangan petani milenial, dipantau dari Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, usaha-usaha mendorong semakin banyak petani muda lewat pendekatan berbeda itu telah dicoba dilakukan oleh KEHATI di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengenalkan prosesnya kepada kaum muda dari hulu yaitu pertanian sampai ke hilir yaitu pelatihan menjadi barista atau membangun ekowisata.

Baca juga: KEHATI: Peran petani milenial penting untuk lestarikan pangan lokal

Pendekatan berbeda itu juga untuk menghindari pengalihan fungsi lahan yang mulai ditinggalkan karena semakin sedikit pemuda yang bekerja sebagai petani, katanya.

Dalam kaitan antara ekowisata dengan pertanian, Puji menegaskan pertanian menjadi salah satu pemikat bagi kedatangan pengunjung. Hal itu menjadikan penting bagaimana sisi pertanian ikut diperhatikan dalam pembangunan ekowisata.

"Anak muda sekarang coba kita arahkan selain jadi petani, mereka juga punya benefit lain yang sebetulnya bisa dikembangkan dari potensi desanya atau alamnya," kata Puji.

Baca juga: Milenial pun terjun sebagai petani

Dalam diskusi yang sama, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar mengatakan Pemprov Jabar melihat adanya potensi dari lahan milik pemerintah yang tidak dimanfaatkan.

Adanya lahan tidak dimanfaatkan dan masih kecilnya jumlah petani muda di Jawa Barat membuat pemerintah daerah akhirnya meluncurkan program Petani Milenial untuk meningkatkan kewirausahaan muda sektor pertanian Jabar.

Peminjaman lahan, bantuan permodalan, dan pendampingan akan diberikan bagi para petani muda dengan rencananya program itu akan diluncurkan pada tahun ini.

"Dari pada lahannya tidak termanfaatkan lebih baik dimanfaatkan," tegas Benny.

Baca juga: Petani milenial garap Bulak Srikayangan jadi sentra bawang merah DIY
Baca juga: Langkah Jabar ajak generasi "zaman now" menjadi "petani juara"

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BUMD Agro Jabar terus magangkan Petani Milenial

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar