Dolar melemah, masih dekat tertinggi 4 bulan karena optimisme ekonomi

Dolar melemah, masih dekat tertinggi 4 bulan karena optimisme ekonomi

Dokumentasi. Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR, Senin (7/1/2019). Kurs Rupiah terhadap Dolar AS menguat 1,3 persen menjadi Rp14.080. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama/pri.

New York (ANTARA) - Dolar sedikit melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tetapi masih mendekati level tertinggi empat bulan, di tengah optimisme yang berkelanjutan tentang ekonomi AS dan hampir melampaui tertinggi 10-bulan terhadap yen Jepang.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, berdiri di 92,7200, turun tipis 0,02 persen, namun menutup pekan ini dengan kenaikan sekitar 0,7 persen. Dolar tampak mengabaikan data yang menunjukkan bahwa belanja konsumen baru-baru ini turun.

Dolar-yen juga naik setinggi 109,80, merupakan yang tertinggi sejak Juni. Pada Jumat sore, dolar bertengger di 109,64 yen.

"Dolar mendapat angin kedua," kata Minh Trang, pedagang valuta asing senior di Silicon Valley Bank, menambahkan bahwa tren kenaikan dalam greenback "akan datang secara tiba-tiba seperti halnya pasar bullish."

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik tetapi bertahan di bawah level tertinggi satu tahun yang dicapai minggu lalu.

Klaim pengangguran AS turun ke level terendah satu tahun pada minggu lalu dan Presiden Joe Biden mengatakan dia akan menggandakan rencana vaksinasi setelah mencapai target sebelumnya yaitu 100 juta suntikan, 42 hari lebih cepat dari jadwal, keduanya mendukung optimisme tentang dolar.

Euro berhasil bangkit kembali dari level terendah empat bulan pada Kamis (25/3/2021), meskipun mata uang tunggal tersebut masih diliputi oleh keraguan atas lambannya vaksinasi dan meningkatnya infeksi.

Dalam dorongan untuk euro, moral bisnis di ekonomi terbesar zona euro, Jerman mencapai level tertinggi dalam hampir dua tahun pada Maret karena meningkatnya permintaan untuk barang-barang manufaktur membuat pabrik terus menguat.

Di pasar mata uang kripto, bitcoin naik lebih dari 4,0 persen, membantu memulihkan sebagian kemundurannya dari rekor tertinggi hampir 62.000 dolar AS yang disentuh awal bulan ini. Bitcoin terakhir naik 4,5 persen menjadi 53.654 dolar AS.

Baca juga: IHSG akhir pekan menghijau diiringi aksi beli asing
Baca juga: Rupiah ditutup menguat seiring membaiknya data tenaga kerja AS
Baca juga: Khawatir blokir Terusan Suez berlarut-larut, minyak melonjak 4 persen

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar