Aria Bima: Kebudayaan dapat lembutkan kerasnya persaingan politik

Aria Bima: Kebudayaan dapat lembutkan kerasnya persaingan politik

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima. ANTARA/Aris Wasita

Kebudayaan merupakan jalan integrasi yang memberikan keseimbangan atas situasi ekonomi politik yang terfragmentasi.
Jakarta (ANTARA) -
Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat PDIP Aria Bima berpendapat kebudayaan dapat melembutkan persaingan politik dan ekonomi di Tanah Air.
 
"Kebudayaan merupakan jalan ideal dan terbaik untuk menuju Indonesia yang tidak lagi terkotak-kotak secara ekonomi maupun politik," kata Aria Bima dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, kebudayaan merupakan bentuk ekspresi yang memberikan kelembutan pada ekonomi politik yang keras.

Baca juga: Aria Bima ajak karang taruna bumikan Pancasila

Selain itu, kebudayaan merupakan jalan integrasi yang memberikan keseimbangan atas situasi ekonomi politik yang terfragmentasi.
 
Aria Bima menyebutkan Indonesia yang memiliki dua arus kebudayaan, yakni budaya maritim dan budaya agraris. Hal ini harus diperkuat dengan agenda-agenda kegiatan budaya.
 
Kegiatan tersebut, lanjut dia, harus digerakkan mulai di tingkat pusat sampai dengan kegiatan di tingkat cabang atau bahkan anak cabang. Dengan demikian, mampu mengurangi arus politik dan ekonomi yang bersifat kompetitif dan keras.
 
Ia berharap kegiatan kebudayaan mampu memberi suasana yang lebih sejuk, menghidupkan semangat kebersamaan, kegembiraan, dan kerukunan dalam hidup berbangsa.

Baca juga: Aria Bima: Tidak boleh ada monopoli untuk vaksin COVID-19
 
Setelah Reformasi 1998, kata Aria Bima, Indonesia bercita-cita untuk membentuk tatanan baru. Kehidupan ekonomi dan politik mengalami perubahan penting. Namun, dalam perjalanannya, menjadi amat dominan memengaruhi gerak dan dinamika hidup masyarakat.
 
Menurut Bima, dominasi ekonomi politik dalam kehidupan berbangsa merupakan konsekuensi logis. Akan tetapi, dalam praktiknya perubahan konfigurasi ekonomi dan politik yang terjadi cenderung menjadikan keindonesiaan sebagai suatu pasar dan politik sebagai suatu transaksi.
 
"Kompetisi yang sangat ketat dan keras dalam setiap momentum ekonomi dan politik memerlukan keseimbangan sehingga keindonesiaan kita dapat lebih kuat," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR ini.
 
DPP PDI Perjuangan sendiri memberikan ruang seluas-luasnya kepada anak-anak muda untuk berkreasi dalam bidang kebudayaan, bukan hanya melestarikan tradisi.

Baca juga: Politisi Aria Bima inginkan Solo jadi contoh baik dalam keberagaman
 
"Selain itu, juga melahirkan inovasi baru yang menjaga identitas Indonesia di pentas global," kata Bima menjelang peresmian Rumah Seni Budaya di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Ahad (28/3).
 
BKN dipimpin oleh Aria Bima sebagai kepala, Rano Karno sebagai sekretaris, dan Vita Ervina sebagai bendahara. Organisasi BKN Pusat dilengkapi beberapa pendukung yang sebagian besar diisi oleh anak-anak muda.
 
Menurut dia, BKN Pusat berada di bawah koordinasi Departemen Kebudayaan DPP PDIP yang diketuai Tri Rismaharini. Selanjutnya, badan akan dibentuk sampai pada level cabang-cabang atau setingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia.
 
Menurut Bima, semuanya adalah bagian dari visi PDI Perjuangan yang ingin memperkuat kebudayaan, dimulai dengan pembentukan Rumah Seni Budaya.
 
"Rumah Seni Budaya BKN Pusat PDI Perjuangan memberikan ruang seluasnya bagi generasi milenial untuk melakukan inovasi-inovasi. Tidak hanya sekedar melestarikan tradisi tetapi juga menyikapinya dalam bentuk kreasi-kreasi baru,” ujar Bima.

Baca juga: Aria Bima: Pemerintah harus fokus tingkatkan SDM di era industri 4.0
 
Sekretaris BKN Pusat Rano Karno menambahkan bahwa BKN akan diisi dengan agenda dan kegiatan kebudayaan.
 
"Ini yang akan dijalankan melalui platform pertunjukan langsung maupun pertunjukan secara virtual," kata Rano.
 
Menurut rencana Ketua Umum Megawati Soekarnoputri akan menyampaikan pidatonya pada saat peresmian Rumah Seni Budaya tersebut. Sekjen Hasto Kristiyanto beserta sejumlah budayawan dan seniman dijadwalkan juga akan ikut meramaikan.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Indonesia patut bercermin dari China dalam mengatasi kemiskinan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar