Tenis

Cerita Medvedev dan kumis barunya di Miami Open

Cerita Medvedev dan kumis barunya di Miami Open

Petenis Rusia Daniil Medvedev saat bertarung melawan pemain Taiwan Yen-Hsun Lu of Chinese Taipei pada putaran kedua Miami Open 2021 yang digelar di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, Sabtu (27/3/2021). (ANTARA/REUTERS/Geoff Burke-USA TODAY Sports)

“Saya rasa kumis itu tidak terlalu buruk. Kumis itu sedikit berbeda karena mereka memiliki alat cukur dan alat khusus, jadi saya pikir itu terlihat lebih baik..."
Jakarta (ANTARA) - Petenis rangking kedua dunia asal Rusia Daniil Medvedev kini tampil berkumis menyusul peringkat barunya di tenis putra, tetapi ia tidak yakin kumisnya itu akan bertahan lama.

Medvedev menggantikan Rafael Nadal di peringkat kedua pekan lalu dan menjadi petenis pertama di luar dari deretan pemain top (Nadal, Roger Federer, Novak Djokovic dan Andy Murray) yang menempati rangking kedua dunia sejak Lleyton Hewitt pada Juli 2005 silam.

Medvedev tiba di Florida dengan kumis barunya untuk mengikuti turnamen ATP Masters 1000 Miami Open dan menjadi unggulan teratas setelah Djokovic mengundurkan diri untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.

“Pada awal tahun lalu, saya melakukan pemotretan dan mereka mencukur saya untuk kepentingan foto, dan mereka hanya meninggalkan kumis selama beberapa menit,” kata Medvedev seperti dikutip Reuters, Sabtu.

“Saya rasa kumis itu tidak terlalu buruk. Kumis itu sedikit berbeda karena mereka memiliki alat cukur dan alat khusus, jadi saya pikir itu terlihat lebih baik. Sejak saat itu, saya selalu berpikir untuk memiliki kumis, untuk bersenang-senang di satu turnamen atau semacamnya,” tambah dia.

“Mungkin setelah Miami Open, saya akan mencukur kumis ini. Tapi untuk turnamen ini, kumis ini akan saya biarkan tetap seperti ini. Mari kita lihat bagaimana pendapat orang-orang,” ujar Medvedev yang baru saja mengalahkan petenis Taiwan Yen-Hsun Lu, Jumat kemarin.

Bulan lalu, Medvedev mencapai final besar keduanya di Australian Open setelah memenangi 20 pertandingan yang membuatnya meraih trofi di Paris Masters, Final ATP dan Kejuaraan ATP beregu.

Setelah kalah straight set dari Djokovic di Melbourne, Medvedev juga mengalami kekalahan mengejutkan di Rotterdam sebelum memenangkan gelar Tour ke-10 di Marseille.

Medvedev mencatat rekor menang kalah 15-2 untuk musim ini, dan hanya rekan senegaranya Andrey Rublev, yang pernah duduk di peringkat kedelapan dunia, yang memiliki lebih banyak catatan kemenangan pada 2021.

“Saya pikir kami berdua sudah melakukan yang terbaik. Tenis Rusia memang sedang naik daun sekarang, dan saya menyukainya,” tutur Medvedev.

“Kami ingin agar semakin banyak orang membicarakan tenis di Rusia. Karena memang itulah yang sedang terjadi saat ini. Kami ingin televisi di Rusia juga lebih banyak menayangkan tenis. Itu salah satu cita-cita kami,” pungkas Medvedev.

Baca juga: Lajovic akhiri aksi Medvedev di babak pertama Rotterdam
Baca juga: Medvedev tembus tiga besar, Osaka naik ke peringkat dua dunia
Baca juga: Tundukan Medvedev, Djokovic sabet gelar Australian Open kesembilan


Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Hana Goda, gadis Mesir juara dunia tenis meja

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar