KKP: Alat tangkap bubu lipat tingkatkan produktivitas nelayan

KKP: Alat tangkap bubu lipat tingkatkan produktivitas nelayan

Ilustrasi - Pelatihan penggunaan bubu lipat ke nelayan. ANTARA/HO-KKP.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menyosialisasikan bubu lipat hasil inovasi Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang karena alat tangkap ikan tersebut dinilai lebih ramah lingkungan serta meningkatkan produktivitas nelayan.

"Selain ukurannya yang besar, keistimewaan lain adalah dapat dilipat, lebih ringkas dan mudah digunakan oleh nelayan," kata Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP M Zaini dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Ia mengemukakan, pihaknya terus mengampanyekan penangkapan ikan ramah lingkungan untuk menjaga ekosistem perairan serta sumber daya kelautan dan perikanan nasional.

Baca juga: KKP: Inovasi bubu lipat bakal genjot kapasitas nelayan Natuna

Zaini mengungkapkan, banyak nelayan masih menggunakan bubu secara tradisional yang terbuat dari bilah bambu.

Meskipun ramah lingkungan, masih menurut dia, ukurannya yang besar menjadi kendala tersendiri bagi nelayan, selain itu juga dari sisi umur teknis tidak tahan lama.

"Kami terus kenalkan bubu lipat hasil perekayasaan BBPI Semarang ini untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Kita berikan nelayan bimbingan teknis agar bisa membuat dan merakitnya sendiri hingga perawatannya," ujarnya.

Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP menambahkan konstruksi bubu lipat terdiri dari kerangka besi galvanis yang mudah ditemukan.

Begitu pula, lanjutnya, komponen lain seperti tali dan bahan jaring karena selain pembuatan yang mudah, penggunaannya pun juga tidak sulit.

Baca juga: Kapal nelayan bubu tenggelam di Pulau Mapur

"Adanya teknologi digital yang mengetahui daerah penangkapan ikan juga sangat membantu. Nelayan cukup menentukan lokasi, bubu bisa langsung ditebar," ujar Zaini.

KKP telah melakukan sejumlah pelatihan kepada kalangan nelayan, seperti di Desa Suak Gual, Belitung, yang menjadi percontohan untuk program kampung nelayan maju.

Hal itu, ujar dia, sejalan dengan program Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Pada tahap awal, bantuan 40 paket bubu lipat diserahkan kepada nelayan. Selain itu juga lima modul rumah ikan yang berfungsi ekologis sebagai tempat perlindungan ikan-ikan kecil, tempat pemijahan, serta daerah asuhan bagi larva dan ikan kecil untuk tumbuh dan berkembang biak.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

DKP Riau butuh tambahan kapal untuk jaga sumber daya laut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar