Anti Hoax

Cek Fakta: WHO sebut pepaya sebagai buah bergizi tertinggi?

Cek Fakta: WHO sebut pepaya sebagai buah bergizi tertinggi?

Petani memanen buah Pepaya jenis California di Kampung Kampung Kanaga, Lebak, Banten, Kamis (18/6/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nz

Jakarta (ANTARA/JACX) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diklaim mengeluarkan rekomendasi yang menyatakan buah pepaya memiliki nilai gizi paling tinggi dibandingkan buah lainnya.

Narasi tersebut ramai beredar di aplikasi berbagi pesan instan WhatsApp. Namun di media sosial Facebook, narasi itu sudah tersebar sejak 2019.

Berikut potongan narasi yang termuat dalam unggahan di Facebook maupun Whatsapp itu:

"Pepaya telah dipilih oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) selama dua tahun berturut-turut sebagai buah dengan nilai gizi tertinggi, raja buah!"

Unggahan tersebut juga disertai dengan sebuah video berdurasi 20 menit berjudul "William Li: Can we eat to starve cancer ?"

Lantas, benarkah WHO menyebut pepaya sebagai buah dengan kadar gizi tertinggi?
 
PEPAYA RAJA BUAH = KING OF FRUITS (Bagaimana Cara nya. Kita bisa tetap makan. Tapi membuat " Cell cancer " kelaparan......

Dikirim oleh Sulut Times pada Rabu, 28 Agustus 2019

Penjelasan:
Dari hasil penelusuran ANTARA, hingga Senin (29/3), tidak ditemukan informasi resmi berupa literatur atau pemberitaan media arus utama yang melaporkan WHO menempatkan pepaya sebagai buah bergizi paling tinggi.

Rekomendasi WHO terkait buah dan sayuran dikeluarkan pada 11 Februari 2019. 

Dalam pernyataan tersebut, WHO merekomendasikan masyarakat dunia untuk mengonsumsi minimal 400 gram buah dan sayuran per hari (tidak termasuk kentang dan umbi bertepung lainnya), guna mencegah penyakit kronis layaknya jantung, kanker, diabetes dan obesitas. 

Budaya makan sayur dan buah itu juga sebagai bentuk pencegahan dan pengentasan beberapa defisiensi mikronutrien, terutama masyarakat di negara kurang berkembang.

ANTARA juga menelusuri isi video selama 20 menit yang beredar dalam unggahan di Facebook dan Whatsapp. 

Faktanya, video berjudul "William Li: Can we eat to starve cancer ?" tersebut sama sekali tidak membahas soal pepaya ataupun pernyataan WHO soal kadar gizi pepaya.

Video itu berisi presentasi seorang dokter bernama William Li tentang daftar makanan yang diklaim dapat menekan perkembangbiakan sel kanker pada jaringan pembuluh darah.

William Li menyatakan daftar makanan tersebut didapatkan melalui beberapa penelitian yang dilakukannya.

Klaim: WHO sebut pepaya sebagai buah bergizi tertinggi
Rating: Salah/Hoaks

Baca juga: Ekstrak pepaya dan nanas untuk cerahkan kulit

Baca juga: Biji pepaya dan propolis bisa diolah menjadi pencegah bau mulut alami

Baca juga: Manisnya bisnis Pepaya California

Pewarta: Tim JACX
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

TNI dan warga manfaatkan lahan kosong dengan tanaman pepaya California

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar