Sentani (ANTARA News) - Paket wisata dalam rangkaian perhelatan budaya Festival Danau Sentani yang digelar di kawasan wisata Kalkote, Sentani Timur, Jayapura, Papua, menjadi daya tarik wisata baru bagi wisatawan mancanegera dan nusantara.

"Seusai diuji coba, para wisatawan cukup tertarik dengan paket wisata yang kami tawarkan ini," kata Koordinator Pemandu Tour Wisata FDS Herry Wondiwoy kepada ANTARA di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Selasa.

Ia mengatakan, bagi wisatawan lokal maupun wisman yang ingin menikmati keindahan Danau Sentani dengan berkeliling di bibir danau menggunakan kapal yang disediakan terus mencari informasi baik melalui panitia FDS maupun lewat pemandu wisata.

Dijelaskannya, paket tur wisata yang ditawarkan ini terdiri atas tiga paket yakni paket o1 dimulai dari Kawasan Wisata Kalkote menuju Kampung Puay, kemudian ke Abar, dilanjutkan ke Ifale dari Ifale ke Restouran Dapur Papua untuk makan siang dengan menunjukkan karcis wisata.

Paket 02 dimulai dari Kawasan Wisata Kalkote menuju Kampung Abar, kemudian ke Puay, selanjutnya ke Restauran Dapur Papua untuk makan siang dan istirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan ke Kampung Asey, lalu kembali ke Kalkote.

Paket 03 dimulai dari Kalkote menggunakan bis menuju Kampung Kwadeware kemudian dari Kwadeware naik kapal menuju kampung Donadai, dilanjutkan ke Ifale, kemudian ke Abar di Kampung Abar istrahat untuk makan siang dengan dijamu oleh ibu-ibu di kampung tersebut dengan menu ala Danau Sentani setelah itu kembali ke Kalkote.

Ia mengatakan, para wisnu dan wisman yang akan menikamti panorama alam danau Sentani dengan menyinggahi kampung-kampung wisata akan didampingi 35 pemandu wisata dan koordinator pemandu.

Meskipun sudah banyak peminatnya, paket wisata Danau Sentani baru dijual pada 10 - 18 Juni dan satu hari setelah pelaksnaan FDS selama 365 hari karena persiapan penjualan baru mencapai 97 persen.

Paket perdana penjualan tur wisata Danau Sentani dimulai pada 12 Juni untuk seluruh perguruan tinggi di Papua.

"Untuk paket wisata darat dengan mengunjungi tempat bersejarah dan tempat wisata lain di Kabupaten Jayapura dengan menggunakan bis belum bisa ditawarkan sampai saat ini," ujarnya.


(T.KR-HLM/N002/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010