Kemendikbud: Pembelajaran berhasil jika tiga aspek ini terjalin

Kemendikbud: Pembelajaran berhasil jika tiga aspek ini terjalin

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie dalam seminar dalam seminar bertema "Outlook 2021: Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Selasa (30/3/2021). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Mau tidak mau pembelajaran tatap muka di bulan Juli tahun ini menjadi sebuah keharusan.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan bahwa proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil jika tiga aspek yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik terjalin.

"Teori-teori di bidang ilmu pendidikan pasti kita melihat tiga aspek, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. PJJ (pembelajaran jarak jauh) itu hanya bisa mendeliver kognitif," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud  Hasan Chabibie dalam seminar bertema "Outlook 2021: Menuju Indonesia Maju" di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, aspek afektif dan psikomotorik itu hanya bisa dilakukan dengan interaksi.

"Artinya ada proses diskusi, proses komunikasi, kemudian kalau SMK itu ada praktek," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, mau tidak mau pembelajaran tatap muka di bulan Juli tahun ini menjadi sebuah keharusan.

Kendati demikian, kata dia, pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap memerhatikan skenario dan pola pendidikan hingga penerapan protokol kesehatan.

"Apakah seminggu masuk tiga kali, sehari masuknya hanya dua jam saja, atau peserta didiknya hanya separuh. Itu supaya sisi afektif dan psikomotorik bisa diintrodusir juga," katanya.

Terkait bantuan paket kuota data internet, Hasan mengatakan, program itu akan berakhir hingga pertengahan Juni 2021.

"Karena tatap muka sudah kita mulai nanti bulan Juli, makanya kuota data insya Allah akan diberikan masa aktifnya terakhir sampai nanti bulan Juni pertengahan tahun 2021," ujarnya.

Untuk mempersiapkan proses pembelajaran tatap muka, Hasan mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan vaksinasi kepada 5,7 juta guru pendidik, tenaga kependidikan, maupun dosen dan guru besar.

"Divaksinasi terlebih dahulu, karena kita sama-sama tahu banyak guru-guru kita dan profesor kita yang usianya diatas 50 tahun, minimal menambah bekal keyakinan kekebalan tubuh," ucapnya.

Ia menyampaikan, pada bulan-bulan ini sebagian Pemda juga sudah mulai melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menag: Madrasah-pesantren siap gelar PTM terbatas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar