PGE targetkan listrik panas bumi tumbuh dua kali lipat pada 2026

PGE targetkan listrik panas bumi tumbuh dua kali lipat pada 2026

Dokumentasi. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy. ANTARA/HO-PGE.

potensi panas bumi di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia dengan potensi sebesar 29,5 GigaWatt ekuivalen
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menargetkan pertumbuhan dua kali lipat pembangkit listrik energi baru dan terbarukan yang bersumber dari panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 1,1 GigaWatt pada tahun 2026.

"Dalam lima tahun ke depan, kami berupaya untuk mencapai target kapasitas terpasang own operation sebesar 1,1 Giga Watt," kata CEO Subholding Power & New Renewable Energy PGE Dannif Danusaputro dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Saat ini kapasitas terpasang panas bumi yang dioperasikan sendiri oleh PGE tercatat sebesar 672 MegaWatt. Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan listrik ramah lingkungan, perseroan akan memaksimalkan potensi panas bumi di 15 wilayah kerja yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di samping pengoperasian sendiri, pengelolaan panas bumi juga dilakukan bersama mitra melalui joint operation contract dengan kapasitas terpasang sebesar 1,2 GigaWatt.

Keseluruhan pengelolaan panas bumi tersebut guna menjamin pemenuhan energi bersih bagi masyarakat di masa depan.

"Dengan dukungan semua pemangku kepentingan, pengembangan panas bumi terus dilakukan secara optimal, termasuk melalui skema kemitraan," kata Dannif.

Merujuk data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), potensi panas bumi di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia dengan potensi sebesar 29,5 GigaWatt ekuivalen.

Meskipun kaya sumber panas bumi, kapasitas terpasang di Indonesia hanya mencapai 2,1 GigaWatt dan menduduki posisi kedua di dunia. Posisi pertama ditempati Amerika Serikat yang memiliki kapasitas terpasang listrik panas bumi sebesar 3,6 GigaWatt.

PGE berkomitmen untuk berupaya meningkatkan produksi energi ramah lingkungan bidang panas bumi dalam program bauran energi nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Saat ini anak usaha Pertamina tersebut telah berkontribusi sekitar 88 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia dengan potensi pengurangan emisi karbondioksida sebesar 9,5 juta ton per tahun.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mengatakan energi baru terbarukan adalah masa depan bisnis perseroan, karena itu strategi pengembangan listrik ramah lingkungan, terkhusus dari panas bumi harus terus didukung sebagai sumber energi alternatif.

"Energi baru dan terbarukan adalah masa depan bisnis Pertamina, karena itu pengembangan panas bumi sebagai salah satu sumber energi alternatif dan bersih merupakan salah satu yang perlu didukung dan didorong untuk terus tumbuh,” kata Basuki.

Baca juga: Produksi listrik Pertamina Geothermal lampaui target, capai 4.618 GWh
Baca juga: Indonesia gandeng IEA akselerasi program transisi energi
Baca juga: Pertamina: dua titik api di Kilang Balongan telah padam

 

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar