Kupang (ANTARA) - Manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Eltari di Kupang, Nusa Tenggara Timur, meningkatkan pengamanan untuk mencegah ancaman terorisme di bandara itu pascaadanya penangkapan sejumlah gembong teroris di berbagai daerah di Indonesia dan bom di Makassar.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Eltari Kupang, Iwan Novi Hantoro, kepada wartawan di Kupang, Rabu mengatakan bahwa proses peningkatan pengamanan tersebut bekerja sama dengan aparat TNI AU di Pangkalan Udara TN AU Eltari.

Baca juga: Bupati Kupang diminta jelaskan pengalihan aset Bandara Eltari

"Aksi teror bom yang terjadi di Makassar, Condet, Jakarta Barat, serta penangkapan teroris di Bekasi, Jawa Barat, yang oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah membuat kami meningkatkan kewaspadaan keamanan bandar udara terhadap ancaman terorisme," katanya.

Menurut dia sebagai salah satu objek vital, bandara Eltari Kupang berisiko tinggi sebagai sasaran serangan aksi teroris untuk menebar ketakutan dan ancaman kepada masyarakat. Ia mengatakan secara teknis proses peningkatan pengamanan dilakukan dengan cara "menyapu" dan "pemeriksaan secara acak".

Baca juga: Menhub: Bandara El Tari Kupang jadi destinasi terintegrasi

Kegiatan itu meliputi pemeriksaan kendaraan di depan pintu masuk, patroli khusus di wilayah Airside dan landside, terminal kargo Bandara Eltari, dan pemeriksaan secara acak orang dan barang di kawasan terminal penumpang.

Mereka mengimbau masyarakat atau penumpang atau juga pelaku perjalanan tidak perlu merasa khawatir dengan adanya peningkatan keamanan tersebut.

Ia menyatakan, bersama Pangkalan UdaraTNI AU Eltari sebagai penangung jawab bandara tentunya akan selalu bersinergi dan berkolaborasi menjadi garda terdepan untuk melawan tindakan terorisme di wilayah keamanan dan keselamatan penerbangan Bandara Eltari.

Baca juga: Jam operasional Bandara El Tari Kupang dikurangi mulai 24 April

"Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun takut terhadap tindakan terorisme, bersama kita bisa melawan terorisme," kata Novi.

Lebih lanjut kata dia selama proses 'penyapuan' mulai dari pergerakan orang di area terminal penumpang dan kargo, keberangkatan dan kedatangan serta kendaraan yang masuk ke area bandara terpantau aman dan kondusif serta tidak terdapat hal-hal yang mencurigakan dan membahayakan.

 

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2021