Hari Penyiaran, Kominfo ingatkan lagi jangan mudah percaya hoaks

Hari Penyiaran, Kominfo ingatkan lagi jangan mudah percaya hoaks

Staf Khusus Kominfo bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Transformasi Digital dan Hubungan Antar-Lembaga, Rosarita Niken Widiastuti dalam webinar Kupas Tuntas Penyiaran di Indonesia, Rabu (31/3/2021). (ANTARA/Tangkapan layar Kemkominfo TV)

Kalau sudah begitu, biasanya informasi dari yang tidak bertanggung jawab, belum tentu benar
Jakarta (ANTARA) - Menyambut Hari Penyiaran Nasional pada 1 April, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengingatkan kembali kepada masyarakat agar tidak mudah percaya hoaks atau informasi yang tidak jelas.

"Kami harapkan warganet tidak mudah membagikan informasi yang tidak jelas sumbernya," kata Staf Khusus Kominfo bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Transformasi Digital dan Hubungan Antar-Lembaga, Rosarita Niken Widiastuti, dalam sebuah acara webinar, Rabu.

Kominfo mengajak warganet untuk mengetahui secara cermat dari mana sumber informasi tersebut. Seseorang patut curiga jika berita tersebut merupakan hasil "copas", copy-paste, atau salin-tempel.

Baca juga: Kominfo libatkan berbagai lembaga tangani hoaks vaksin

"Kalau sudah begitu, biasanya informasi dari yang tidak bertanggung jawab, belum tentu benar," kata Niken.

Dalam mengonsumsi informasi, warganet sebaiknya cermat apa saja yang ia baca. Jika menemukan sebuah berita dengan judul yang provokatif, Niken menyarankan untuk memeriksa alamat situs berita tersebut.

Setelah itu, cek fakta di berita dengan membandingkannya ke situs berita lain. Selain mengecek fakta, periksa juga apakah foto, jika ada, dalam informasi tersebut adalah benar dan sesuai fakta.

Sering terjadi foto yang ditampilkan di berita tersebut tidak sesuai dengan penjelasan penyerta foto atau fakta yang beredar.

Baca juga: Kominfo ingatkan hoaks saat pandemi berdampak buruk bagi banyak hal

Menurut Niken, peristiwa ini sering terjadi pada berita tentang bencana, misalnya foto bencana beberapa tahun lalu disebut sebagai bencana tahun ini.

"Tetap cek dan recheck, saring sebelum sharing (berbagi)," kata Niken.

Dalam acara tersebut, Niken juga mengapresiasi media massa, baik cetak, digital, radio, dan televisi untuk mengecek fakta secara mandiri dan memberikan klarifikasi terhadap hoaks, terutama yang berkaitan dengan COVID-19 dan vaksin.

"Untuk menyadarkan masyarakat bahwa berita ini tidak benar. Sinergi dengan media sungguh sangat membantu pemerintah untuk klarifikasi hoaks," kata Niken.

Selain berkolaborasi dengan media massa, Kominfo juga memiliki tim untuk mengecek kebenaran informasi dan memberikan klarifikasi jika terbukti sebagai hoaks.

Baca juga: Kominfo terus gencarkan literasi digital untuk lawan hoaks

Baca juga: Cek Fakta: Vaksin berbasis mRNA bisa picu kanker?

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jokowi sebut keterbukaan informasi jadi sumber sukses tangani pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar