Kemristek dan perwakilan Australia kerja sama riset dan administrasi

Kemristek dan perwakilan Australia kerja sama riset dan administrasi

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (kiri) menyaksikan Plt Sekretaris Menteri Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito (kedua kiri) dan Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Group Adi Satria (kanan) menandatangani nota kesepahaman dalam acara peluncuran GeNose C-19 untuk Kepariwisataan Indonensia di Jakarta, Jumat (19/2/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

berkomitmen memantau dan mengevaluasi penerapan AIC untuk kepentingan Indonesia, Australia dan dunia
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) dan Monash University Australia menandatangani nota kesepahaman tentang kolaborasi riset dan kebijakan administrasi di bawah Australia Indonesia Centre dalam rangka memperkuat kolaborasi riset antara perguruan tinggi kedua negara.

"Saya berkomitmen untuk memantau dan mengevaluasi penerapan AIC (Australia Indonesia Centre ) ini untuk kepentingan Indonesia, Australia dan seluruh dunia," kata Sekretaris Kemristek/Sekretaris Utama (Sestama) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mego Pinandito dalam penandatangan kesepahaman itu Jakarta, Kamis.

Baca juga: Menristek: Riset dan inovasi penting gerakkan ekonomi saat pandemi

Mego menuturkan penandatanganan nota kesepahaman itu bertujuan untuk menyediakan kerangka dalam kolaborasi riset antara AIC dan Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor.

Bidang prioritas yang akan menjadi ranah kerja sama para pihak terkait yakni pangan dan pertanian, energi termasuk energi baru dan terbarukan, kesehatan dan obat-obatan, transportasi, produk keteknikan, maritim dan ilmu sosial.

Baca juga: Menristek dukung pengembangan imunomodulator berbasis biodiversitas

Kolaborasi dalam penelitian dan kebijakan administrasi tersebut dapat mencakup kegiatan analisis prioritas riset nasional di kedua negara dan konsultasi yang kuat dengan pemangku kepentingan untuk menyempurnakan praktik terbaik riset; riset dan pengembangan bersama pada bidang yang relevan dengan prioritas.

Kemudian, kegiatan berupa pengajuan bersama untuk pendanaan dari lembaga eksternal; penyelenggaraan konferensi, seminar, lokakarya dan kegiatan akademik lainnya secara bersama-sama; pertukaran akademisi, mahasiswa dan staf administrasi; pertukaran karya ilmiah, publikasi dan informasi; serta publikasi bersama dari hasil riset kolaboratif.

Baca juga: Kemristek dorong peran swasta lebih banyak dalam riset-pengembangan

Berkaitan dengan kerja sama AIC, pemerintah provinsi, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan akan dilibatkan. Selain itu, keterlibatan masyarakat bisnis juga dapat dipertimbangkan, untuk mendukung komersialisasi inovasi jika ada di masa depan.

Menurut Mego, dengan memberdayakan pemerintah daerah melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, maka akan membantu pemerintah pusat Indonesia dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.

Baca juga: Peneliti: Kemitraan RI-Australia solusi mahalnya harga daging sapi
 

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar