Menparekraf: BLU Borobudur gabungkan konsep konservasi dan pariwisata

Menparekraf: BLU Borobudur gabungkan konsep konservasi dan pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno dalam Ngopi Bersama Pegiat Pariwisata di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. ANTARA/Heru Suyitno.

Magelang (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan pembentukan Badan layanan Umum Candi Borobudur akan menggabungkan konsep konservasi dan pariwisata.

"BLU ini akan menggabungkan sisi konsep konservasi sebagai cagar budaya maupun sisi dari edukasi dan sisi dari kepariwisataan dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga Uno di Magelang, Jumat.

Kemudian untuk teman-teman dari PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC), katanya dari sisi bisnisnya, bagaimana mengembangkannya.

Baca juga: Wisata religi bisa bantu pulihkan pariwisata Borobudur

Ia menyampaikan hal tersebut saat Ngopi Bersama Pegiat Pariwisata di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

"Intinya kami mendukung dan kemarin sudah disepakati BLU tersebut akan mengintegrasikan semua pihak termasuk Pemkab Magelang dan Pemprov jateng dan masyarakat juga akan dilibatkan," katanya.

Kepala Balai Konservasi Borobudur Wiwit Kasiyati menyambut baik program Presiden Joko Widodo menjadikan kawasan Borobudur sebagai destinasi super prioritas.

Baca juga: LaNyalla dukung revitalisasi Borobudur jadi cagar budaya kelas dunia

Ia menyampaikan berdasarkan kajian Bali Konservasi Borobudur, Candi Borobudur dari aspek pelestarian dengan semakin banyak pengunjung yang naik ke Candi Borobudur maka keausan tangga candi semakin meningkat.

"Kajian kami dari tahun 1984 sampai 2018, data keausan tangga candi semakin meningkat, sehingga kami berupaya supaya program pemerintah mendatangkan 2.000.000 pengunjung mancanegara ke Candi Borobudur itu tetap memperhatikan pelestarian Candi Borobudur," katanya.

Wiwit menuturkan berdasarkan kajian perlu ada pembatasan pengunjung naik ke Candi Borobudur.

"Sementara dari perhitungan kami kapasitas Candi Borobudur dari lantai 1 sampai 10 sebanyak 1.256 pengunjung per hari," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pengunnjung bukan hanya fokus ke Candi Borobudur, tetapi juga bisa mengunjungi situs-situs lainnya di sekitar Borobudur. 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menparekraf dorong tempat wisata sediakan toilet sehat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar