Kematian di Rusia naik 21% pada Februari di tengah pandemi COVID

Kematian di Rusia naik 21% pada Februari di tengah pandemi COVID

Pejalan kaki berjalan dekat arena skating melewati papan tanda menghimbau penggunaan masker dan menjaga jarak ditengah wabah virus corona (COVID-19), sementara kabut tebal menyelimuti lapangan yang diberi nama pendiri Soviet Vladimir Lenin di Stavropol, Rusia, Selasa (1/12/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Eduard Korniyenko/HP/djo/pri.

Moskow (ANTARA) - Total kematian di Rusia 20,6 persen lebih tinggi pada Februari tahun ini dibandingkan setahun sebelumnya ketika tidak ada kasus COVID-19 yang tercatat, menurut data layanan statistik nasional Rosstat pada Jumat (2/4).

Sebanyak 29.493 orang meninggal pada Februari tahun ini, lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada 2020. Dari kasus ini, 24.369 di antaranya dianggap terkait dengan virus corona, kata Rosstat.

Rusia pertama kali melaporkan infeksi COVID-19 pada awal Maret 2020. Semenjak itu, jumlah kasus terus melonjak hingga menyentuh angka 4,5 juta.

Otoritas Rusia melaporkan jumlah kematian setiap harinya, tetapi hanya mula-mula dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Data resmi dirilis setiap bulannya dengan beberapa penundaan. Sementara itu, data resmi kematian COVID-19 selama Maret akan dipublikasi pada Mei.

Sumber: Reuters

Baca juga: Rusia daftarkan vaksin COVID-19 pertama untuk hewan

Baca juga: Presiden Putin alami sedikit efek samping usai divaksin COVID-19

Baca juga: Vaksin COVID Rusia Sputnik V akan diproduksi di Italia


 

Rusia rayakan Hari Angkatan Laut dengan parade militer di St. Petersburg

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar