BPBD NTT diminta segera bantu bencana banjir-longsor Flores Timur

BPBD NTT diminta segera bantu bencana banjir-longsor Flores Timur

Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur Yunus Takandewa (FOTO ANTARA/Bernadus Tokan)

Semua sumber daya harus dikerahkan untuk mencari korban yang belum ditemukan karena diduga masih tertimbun tanah longsor
Kupang (ANTARA) - Ketua Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa meminta Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi itu segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur guna membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Flores Timur.

"Tadi pagi saya sudah minta kepala BPBD provinsi untuk segera koordinasi ke BPBD Flores Timur guna segera melakukan penanganan," katanya di Kupang, Minggu, saat menyampaikan respon Komisi V DPRD terhadap peristiwa bencana tanah longsor di Flores Timur yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

Menurut dia, semua sumber daya harus dikerahkan untuk mencari korban yang belum ditemukan karena diduga masih tertimbun tanah longsor.

"Kita tidak boleh menyerahkan karena kondisi cuaca karena menyangkut nyawa manusia," kata Yunus Takandewa.

Kepala Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Pius Pedang Melai secara terpisah mengatakan, proses pencarian terhadap para korban yang hilang diterjang banjir dan tanah longsor pada Minggu, (4/4) sekitar pukul 02.00 WITA dini hari terkendala alat berat.

"Kami hanya bisa mencari korban yang belum ditemukan di sekitar lokasi kejadian yang kemungkinan terapung, tetapi tidak bisa melakukan penggalian secara manual karena area dipenuhi lumpur," katanya.
Kondisi di lokasi bencana tanah longsor di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng​​​​​​​, Kabupaten Flores Timur​​​​​​​, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/4/2021). (FOTO ANTARA/HO-FB Kuma Nuba Tukan)

Menurut dia, selain alat berat, cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah itu juga ikut menghambat proses pencarian para korban.

Mengenai jumlah, dia mengatakan, saat ini masih dilakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga yang belum ditemukan.

"Tetapi jumlah yang belum ditemukan mencapai puluhan orang, karena ada puluhan rumah warga yang terkena longsoran," demikian Pius Pedang Melai ​​​​​​​.

Baca juga: Pencarian korban longsor Flores Timur terhambat kesediaan alat berat

Baca juga: Banjir-longsor di Flores Timur, Wabup: Ratusan korban belum ditemukan

Baca juga: Ratusan warga tertimbun akibat banjir-longsor di Flores Timur

 

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mengintip pembuatan jagung titi, makanan khas Flores Timur

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar