Rupiah menguat tipis seiring peningkatan data tenaga kerja AS

Rupiah menguat tipis seiring peningkatan data tenaga kerja AS

Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (19/12/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Data tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) naik menjadi 916.000, di atas estimasi 675.000
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi menguat tipis seiring meningkatnya data tenaga kerja Amerika Serikat.

Pada pukul 10.05 WIB, rupiah menguat tipis dua poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.523 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.525 per dolar AS.

"US treasury 10 year yield naik ke level 1,71 persen menyusul laporan pekerjaan Maret yang lebih baik dari perkiraan," tulis Tim Riset Mega Capital Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Baca juga: Dolar menguat saat data ekonomi AS menunjukkan lebih banyak kemajuan

Departemen Ketenagakerjaan AS melaporkan pertumbuhan lapangan pekerjaan pada Maret melonjak dengan laju tercepat sejak Agustus karena perusahaan meningkatkan perekrutan.

Data tenaga kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) naik menjadi 916.000, di atas estimasi 675.000. Sedangkan, tingkat pengangguran turun menjadi enam persen.

Sementara itu, klaim tingkat pengangguran awal (initial job claims) mingguan naik menjadi 719.000, naik dibandingkan pekan sebelumnya 658.000 dan di atas estimasi 675.000.

Pada Kamis (1/4/2021) lalu, rupiah ditutup stagnan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya yaitu di level Rp14.525 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Senin pagi menguat 5 poin
Baca juga: Rupiah stagnan jelang libur Paskah, ditopang dolar dan obligasi AS

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Meraup banyak rupiah dari budi daya bonsai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar