DPR berharap Muktamar Pemikiran Dosen PMII lahirkan solusi bangsa

DPR berharap Muktamar Pemikiran Dosen PMII lahirkan solusi bangsa

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI membuka Muktamar Pemikiran Dosen PMII, di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (5/4/2021). (ANTARA/HO/Dokumentasi Muhaimin Iskandar)

....jalan keluar terbaik untuk Indonesia masa depan
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI berharap Muktamar Pemikiran Dosen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan melahirkan berbagai solusi penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di masa mendatang.

"Saya yang berjuang di jalur politik, menggantungkan kepada senior-senior pemikir jalan keluar terbaik untuk Indonesia masa depan, sehingga kita bisa cepat mengatasi masalah kebangsaan, baik ekonomi, politik dan sosial," kata Gus AMI dalam keterangannya, di Jakarta, Senin, saat membuka Muktamar Pemikiran Dosen PMII, di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung, Jawa Timur.

Gus AMI juga berharap para kader PMII di seluruh Indonesia untuk ikut menyiapkan masa depan bangsa menjadi lebih kreatif.

"Sejak ditemukan teknologi informasi canggih, tempat bukan jadi masalah kemajuan, dan yang terpenting dari kemajuan dan persaingan adalah produk dan hasil yang dilakukannya. Saya berharap dari Tulungagung lahir pikiran-pikiran, gagasan, solusi dari para dosen dan intelektual," ujarnya pula.

Dalam sambutannya, Muhaimin mengatakan, ada tiga hal yang harus menjadi prioritas pemulihan atau "recovery" pascapandemi, pertama adalah pemulihan di bidang ekonomi, khususnya ekonomi pertanian.

Kedua, menurut dia, adalah pemulihan di sektor pendidikan, karena telah menjadi "korban" yang sangat dahsyat dari pandemi ini, terutama pendidikan sekolah tingkat menengah yang tidak semua bisa mengikuti pola pendidikan secara daring.

"Prioritas penanganan ketiga pascapandemi yaitu pemulihan di bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," ujarnya.

Dia menilai, ketiga prioritas tersebut yang harus menjadi "ujung tombak" utama penanganan pascapademi dan itu harus digali dalam Muktamar Pemikiran Dosen PMII, agar bisa menangani keadaan dengan cepat.

Ketua Umum DPP PKB itu berharap Muktamar Pemikiran Dosen PMII yang pertama tersebut sebagai upaya untuk mencari pemikiran dan berbagai solusi kebangsaan di tengah pandemi COVID-19.

"Di tengah dahaga keadaan, di tengah mencari solusi yang tepat dan efektif, lahir gagasan berpikir menggunakan kajian dan teori di kampus dan luar kampus untuk bersama mencari, menggagas, menyiapkan masa depan. Bagi saya sebagai ketua parpol optimistis dengan muktamar ini," ujarnya.

Hadir dalam Muktamar Pemikiran Dosen PMII tersebutm antara lain Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid, Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua Komisi IV DPR Anggia Ermarini, dan Ketua Umum PB IKA PMII Ahmad Muqowwam.

Selain itu, hadir secara virtual Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirajd, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar.
Baca juga: Sejumlah tokoh nasional hadiri Muktamar Pemikiran di UIN Tulungagung
Baca juga: Forum dosen PMII gagas muktamar pemikiran bahas bonus demografi 2045


Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bursa calon Panglima TNI, DPR serahkan ke Presiden

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar