AHY: Kami memaafkan, tapi tidak bisa dilupakan

AHY: Kami memaafkan, tapi tidak bisa dilupakan

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri), didampingi Plt Ketua DPD Demokrat Jawa Timu, Emil Elestianto Dardak (dua kiri), Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Renville Antonio (dua kanan), dan Plt Sekretaris Demokrat Jawa Timur, Bayu Airlangga (kanan), di sela pimpinan DPC-DPD di Kedai Hutan Cempaka Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin petang (05/04/2021). ANTARA/Fiqih Arfani

... sederhana, memaafkan tapi tidak bisa begitu saja dilupakan. Forgive, but not forget...
Pasuruan (ANTARA) - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengaku siap memaafkan kader yang sempat ikut kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, namun tidak bisa begitu saja dilupakan.

"Prinsip kami sederhana, memaafkan tapi tidak bisa begitu saja dilupakan. Forgive, but not forget," ujarnya di sela temu pimpinan DPC-DPD di Kedai Hutan Cempaka Prigen, Kabupaten Pasuruan, Senin petang.

Baca juga: AHY akan maafkan Moeldoko jika akui kekeliruan ambil paksa PD

Pemerintah telah menolak kepengurusan Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang yang mengusung Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko --seorang mantan panglima TNI-- sebagai ketua umum yang baru. 

Baca juga: Kemenkumham tolak kepengurusan Demokrat kubu Moeldoko

Menurut AHY yang adalah seorang purnawirawan mayor TNI AD dari Korps Infantri, sikap itu bentuk empati terhadap perasaan kader partai se-Tanah Air marah, sedih dan kecewa selama dua bulan terakhir ini.

"Tentu mereka punya hak untuk marah, mereka punya hak untuk tidak begitu saja menerima, setelah selesai seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Mereka tentu punya hak untuk bersikap seperti itu," ucap dia.

Baca juga: AHY sebut prahara di Demokrat membuat kader semakin solid

Namun, AHY mengingatkan semua sebagai sesama manusia harus membuka pintu maaf, tapi juga ada tata cara jika orang per orang ada yang menyesali perbuatannya, lalu kembali dan tak melakukan hal serupa.

"Dilihat sikap dan perilakunya. apakah ada perubahan? Ini tidak serta-merta hitam putih, tapi proses dan biasa di organisasi. Namanya pembinaan organisasi, berarti pembinaan manusia, yang tidak bisa sama rasa sama rata. Harus dicek satu-satu karena beda-beda setiap orang," katanya.

"Saya mencegah jangan sampai kemudian kita tidak bisa memaafkan mereka semua," tutur putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Baca juga: AHY berharap Moeldoko akui tertipu makelar politik

Kepada siapapun yang akan bergabung dan menyampaikan penyesalan, kata AHY, itu semua adalah hak karena pihaknya tidak pernah mencari masalah sejak awal.

Di sisi lain, tentang rencana Demokrat versi KLB yang berencana menggugat anggaran dasar/anggaran rumah tangga partai ke Pengadilan Tata Usaha Negara, AHY tidak gentar dan menegaskan kesiapannya.

Baca juga: Jika bertemu kubu tandingan di Kemenkumham, AHY: "Senyumin aja"

"Kami selalu memiliki kesiapan untuk bisa menghadapi situasi apapun. Tapi saran saya pikir-pikir lagi, nanti jangan sampai justru menggali lubang yang lebih dalam lagi," kata suami Annisa Pohan itu. 

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KLB Demokrat dalam perspektif pengamat politik LIPI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar