Ruangan pasien COVID-19 di sejumlah RS Gresik mulai kosong

Ruangan pasien COVID-19 di sejumlah RS Gresik mulai kosong

Dokumen - Eka Yoga Brata Permana, SH, saat menjalani perawatan di RS Gresik. ANTARA/HO

Gresik, Jatim (ANTARA) - Ruangan pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit (RS) besar wilayah Kabupaten Gresik  Provinsi Jawa Timur Jatim seperti RS Ibnu Sina  dan RS Semen Gresik mulai kosong, seiring jumlah pasien terkonfirmasi yang dirawat terus menurun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik drg. Saifudin Ghozali di Gresik, Selasa mengatakan turunnya jumlah pasien yang dirawat itu juga seiring kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan masyarakat yang dibarengi dengan program vaksinasi.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 bertambah 4.296, positif 4.549 orang

"Penurunan angka pasien COVID-19 di Kabupaten Gresik ini tidak mungkin tercapai tanpa adanya kebersamaan, dalam hal ini kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan," kata Ghozali di Gresik, Selasa.

Mantan Kepala Puskesmas Kecamatan Bungah ini mencatat, secara umum jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 setiap hari lebih kecil dibanding dengan pasien yang sembuh.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 bertambah 5.800 orang

"Untuk hari ini laporan update data kasus COVID-19 dan sebarannya di Kabupaten Gresik tambahan kasus positif 5 orang, sedangkan konfirmasi selesai atau sembuh 6 orang," katanya.

Secara akumulasi, total kasus terkonfirmasi positif hingga saat ini mencapai 59 orang yang dirawat dan isolasi mandiri, dari total kasus 5.425 orang. Sisanya, 5.051 orang telah selesai atau sembuh, dan 351 orang meninggal dunia.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Bangka Tengah 1.305 atau 94,4 persen

Sebelumnya, Kabupaten Gresik juga tercatat masuk zona kuning penyebaran COVID-19, karena tren data terkonfirmasi positif yang masuk terus menurun.

Selain itu, Pemkab Gresik juga telah menutup Rumah Sakit Lapangan COVID-19 di Gelora Joko Samudro, karena tidak adanya pasien COVID-19 yang dirawat.


 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar