KOI sarankan tes swab jadi syarat gulirkan kejuaraan olahraga

KOI sarankan tes swab jadi syarat gulirkan kejuaraan olahraga

Anggota Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rafiq Radinal dalam rapat koordinasi bersama Kemenpora terkait pemberian rekomendasi penyelenggaraan kejuaraan olahraga di Jakarta, Selasa (6/4/2021). (ANTARA/HO-KOI)

Tentu perlu prokes yang tepat sehingga nantinya bisa dipisahkan standar event olahraga indoor dan outdoor ...
Jakarta (ANTARA) - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyarankan setiap panitia penyelenggara kejuaraan olahraga untuk melakukan tes swab kepada seluruh peserta dan perangkat pertandingan yang terlibat.

Dalam rapat koordinasi bersama Kemenpora di Jakarta, Selasa, Anggota Komite Eksekutif KOI Rafiq Radinal menyebut tes swab merupakan salah satu protokol kesehatan wajib jika ingin menggelar turnamen dalam  ituasi pandemi COVID-19 guna meminimalisir penularan virus selama event berlangsung.

“Ada hal-hal kecil yang perlu diperhatikan. Untuk pertandingan yang dilaksanakan sehari seperti tinju, panitia penyelenggara bisa mengantisipasi swab sebelum pertandingan dan saat pertandingan. Jangan hanya saat pelaksanaan,” kata Rafiq dalam keterangannya, Selasa.

Baca juga: Kejuaraan tinju WBC selangkah lagi dapat rekomendasi Kemenpora

Tak hanya kejuaraan tinju yang digelar dalam ruangan, penyelenggaraan pertandingan di luar ruangan juga, menurutnya, perlu memperhatikan prokes secara detail. Beberapa hal yang bisa diterapkan antara lain pemasangan tanda prokes 5M dan sarana cuci tangan di sekitar venue.

Rafiq juga mengusulkan pemakaian wrist band (gelang) yang berbeda warna setiap harinya. Gelang tersebut digunakan sebagai antisipasi potensi penyalahgunaan hasil antigen harian yang dapat dilakukan peserta dan ofisial.

Ia juga berharap penyelenggara kejuaraan olahraga bisa mencontoh kejuaaraan yang sudah lebih dulu digelar seperti Liga Bola Basket Indonesia (IBL) dan Piala Menpora.

“Ini menjadi pelopor agar kegiatan olahraga di Indonesia bisa berlangsung dengan standar adaptasi kebiasaan baru”
Baca juga: Menpora apresiasi penerapan prokes di gelembung IBL

“Tentu perlu prokes yang tepat sehingga nantinya bisa dipisahkan standar event olahraga indoor dan outdoor dan badan mana yang bertanggung jawab. Jika sudah punya satu sistem baku tentu lebih mudah,” pungkas Rafiq.

Kemenpora saat ini masih mengkaji pemberian rekomendasi pengajuan izin untuk tiga kejuaraan yang direncanakan digelar pada bulan ini.

Ketiga kejuaraan tersebut adalah Kejurnas dan Kejuaraan BMX Internasional pada 9-11 April di Yogyakarta, Kejuaraan Panahan Kartini Cup IV pada 9-11 April, dan Kejuaraan Tinju WBC yang mempertemukan Tibo Monabesa (Indonesia) dan Toto Landero (Filipina).

Baca juga: PB ISSI harapkan izin gelar seri kejuaraan internasional BMX di Yogya

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Budi daya ikan koi, bisnis di lahan terbatas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar