Dispusipda Jabar gandeng Duta Baca untuk tingkatkan literasi milenial

Dispusipda Jabar gandeng Duta Baca untuk tingkatkan literasi milenial

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ahmad Hadadi. (Dok instagram)

Bandung (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggandeng enam anak muda yang didapuk sebagai Duta Baca untuk meningkatkan literasi di kalangan generasi milenial agar mereka menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas dan berdaya saing bagus.

"Banyaknya jumlah penduduk berusia muda menjadi perhatian serius Pemprov Jabar. Kami berharap generasi muda di provinsi ini memiliki kualitas dan daya saing yang bagus. Salah satunya dengan meningkatkan minat baca mereka agar memiliki pemahaman dan wawasan yang luas," kata Kepala Dispusipda Jawa Barat Ahmad Hadadi di Bandung, Rabu.

Ahmad Hadadi mengajak generasi milenial untuk memilih bacaan yang positif dan tidak terpengaruh hal-hal negatif. "Kami ingin mendorong mereka agar punya bahan bacaan yang kontennya baik dan positif, yang bisa memberi wawasan, menambah keahlian," kata dia.

Baca juga: Dorong literasi keuangan milenial, OJK gandeng lima kampus di Jatim

Baca juga: Generasi muda disasar Badan Wakaf Indonesia untuk literasi


Lebih lanjut, ia mengatakan Duta Baca Jawa Barat ini merupakan milenial yang memiliki minat membaca tinggi serta memiliki kekuatan untuk memengaruhi kaum muda lainnya, dan edukasi yang paling pas adalah oleh sesama teman dan seusia.

Dia berharap dengan adanya Duta Baca Jawa Barat akan semakin banyak anak muda yang memiliki keinginan membaca.

"Keberadaan Duta Baca ini dalam rangka menumbuhkan budaya baca di kalangan milenial. Saya berharap kawan-kawan duta baca ini bisa berperan signifikan dalam mengajak sesama anak muda untuk gemar membaca," katanya.

Ia juga berharap melalui duta baca ini bisa mengampanyekan penggunaan gawai yang bijak. "Supaya kaum muda ini lebih bijak dalam menggunakan gawai dan bermanfaat untuk dirinya, keluarga, dan orang-orang sekitarnya," kata dia.

Akan tetapi, lanjut Hadadi, anak muda ini harus diberi kesempatan untuk menyelenggarakan program-program yang bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat khususnya anak muda.

"Duta Baca ini kami tugaskan aktif membawa kawan-kawannya bikin program, ajukan ke kami. Sehingga, usulan-usulan dari kawan-kawan ini bisa difasilitasi anggarannya dari APBD," ujarnya.

Sementara itu, keenam anak muda yang menjadi Duta Baca Jawa Barat ini adalah anak-anak berprestasi, punya minat membaca, dan senang membaca.

Baca juga: Membekali milenial menghadapi risiko ruang "online"

Pada tahap awal pemilihan, terdapat 248 peserta yang berasal dari 27 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Mereka yang mendaftar berusia antara 18-22 tahun.

Sebelum dinyatakan terpilih sebagai duta baca, keenam anak muda ini mendapat pendidikan dan pelatihan tentang berbagai pengetahuan, khususnya yang berbasis inklusi sosial dan dibekali dengan program-program pembangunan Jawa Barat.

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cerita dari selatan - Awas, terorime incar generasi milenial (bagian 3 dari 3)

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar