Alasan nakes vaksinator COVID-19 perlu dapat pelatihan

Alasan nakes vaksinator COVID-19 perlu dapat pelatihan

Dok - Petugas vaksinator menyuntikkan vaksi (Ist)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah Provinsi DKI Jakarta, dr. Nisma Hiddin mengatakan alasan perlunya tenaga kesehatan yang menjadi vaksinator COVID-19 mendapatkan pelatihan khusus.

"Vaksin COVID-19 bukan vaksin seperti biasa dan yang kita hadapi orang banyak sehingga memerlukan team work baik, jadi ada meja 1, 2, 3, 4. Pelatihan menyampaikan petunjuk teknis apa saja yang harus dilakukan nakes," ujar dia dalam konferensi pers virtual "Pelatihan Vaksinator untuk Percepatan Program Vaksinasi dan Wujudkan Indonesia Bebas COVID-19", Rabu.

Pelatihan diberikan selama satu hari secara daring menggunakan kurikulum dari Kementerian Kesehatan. Materi yang disampaikan mencakup kebijakan, bagaimana pelayanan vaksinasi diberikan, pengaturan sasaran vaksinasi, perlakuan pada calon penerima vaksin, pendanaan, monitoring evaluasi, pelaporan hingga penugasan-penugasan.

Tenaga kesehatan yang dilibatkan tak sebatas dokter umum tetapi juga dokter spesialis, perawat hingga bidan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta sendiri menargetkan bisa melatih sekitar 5500 orang tenaga kesehatan vaksinator berbagi peran dengan Kementerian Kesehatan.

Nisma mengatakan, sudah melakukan sosialisasi pelatihan yang dilakukan dinas kesehatan bersama mitra swasta dan organisasi profesi salah satunya Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Harapannya, semakin banyak tenaga kesehatan yang bisa berpartisipasi.

Pelatihan sendiri sudah dilakukan sejak Senin lalu melibatkan sekitar 3.400 orang tenaga kesehatan dari 30 provinsi di Indonesia. Pelatihan akan berlangsung hingga Sabtu mendatang.

Pada akhir pelatihan, tenaga kesehatan yang sebenarnya sudah mempunyai dasar-dasar terhadap vaksinasi diharapkan sudah memahami petunjuk teknis termasuk peran sebagai tim vaksinator dan akan ada sertifikat yang diberikan.

"Ketika post test tidak memenuhi ketentuan mereka (tenaga kesehatan) harus mengulangi (pelatihan). Kami hanya membuat pelatihan (daring bekerja sama dengan mitra swasta) sampai hari Sabtu. Peserta yang registrasi sudah sekitar 2.000-an orang, paling banyak dari daerah," demikian tutur Nisma.

Baca juga: Vaksinasi dan "game changer" sektor pariwisata

Baca juga: Sri Mulyani ingatkan masyarakat tak terlena meski sudah vaksin COVID

Baca juga: Indonesia bakal dapat tambahan 10 juta dosis Sinovac pada April

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Vaksinator Presiden Jokowi mengaku gemetar saat menyuntik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar