Wali Kota Bandarlampung resmikan jalan layang ke-11

Wali Kota Bandarlampung resmikan jalan layang ke-11

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana bersama mantan Wali Kota Bandarlampung Herman HN saat meresmikan jalan layang ke-11 di Jalan Sultan Agung. Rabu. (ANTARA/Dian Hadiyatna/Ho)

Jalan layang ini merupakan yang terakhir dibangun oleh Pemkot Bandarlampung hingga saat ini
Bandarlampung (ANTARA) - Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meresmikan jalan layang ke-11 di kota ini yang berada di Jalan Sultan Agung dan memiliki panjang 262 meter serta lebar 10 meter.

"Jalan layang ini merupakan yang terakhir dibangun oleh Pemkot Bandarlampung hingga saat ini, untuk sementara waktu kita tidak akan ada pembangunan jalan layang lagi," kata Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Bandarlampung, Rabu.

Namun, lanjut dia, apabila kondisi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandarlampung yang terimbas pandemi COVID-19 sudah kembali normal, pembangunan-pembangunan fisik di kota itu akan terus dijalankan.

Baca juga: Grebek Sungai, program unggulan atasi banjir di Bandarlampung

"Jalan layang ini merupakan salah satu pembangunan yang dibiayai dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan sumber dana dari pendapatan asli daerah (PAD) lainnya," kata Eva.

Eva juga mengungkapkan jalan layang itu merupakan karya atau dibangun pada masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya Herman HN, karena itu pihaknya pun berkomitmen akan mempercantiknya.

Baca juga: Bandarlampung optimistis Pasar Tani jadi pasar terbaik-aman nasional

"Saat kepemimpinan Pak Herman sudah banyak dibangun jalan layang dan satu jalan bawah tanah (terowongan), jadi sekarang saya hadir untuk mempercantiknya," kata dia.
Jalan layang ke-11 yang baru diresmikan oleh Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. Rabu (7/4/2021) (ANTARA/Dian Hadiyatna/Ho)


Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung Iwan Gunawan mengatakan bahwa pembangunan jalan layang ke-11 ini memakan biaya sekitar Rp34 miliar.

Baca juga: Bandarlampung berencana tanggulangi sampah dengan diolah jadi briket

"Jalan Layang Sultan Agung mulai dibangun 4 Mei 2020, setelah melalui tahapan studi kelayakan dan kajian akademis yang mendalam serta melalui perencanaan yang luas dan terukur,” kata dia.

Menurut Iwan, kajian tersebut menyimpulkan bahwa pembangunan jalan layang di jalan ini menjadi prioritas untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di salah satu ruas jalan di kota ini, terutama di Jalan Sultan Agung yang terdapat rel kereta apinya.

Baca juga: IDI Bandarlampung minta vaksinasi lebih dipercepat

Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemerintah resmikan jembatan layang Purwosari Solo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar