Polres Jaksel usut pencurian barang bukti kasus korupsi 1,9 kg emas

Polres Jaksel usut pencurian barang bukti kasus korupsi 1,9 kg emas

Ilustrasi - pencuri perhiasan. ANTARA/Shutterstock/am.

belum menetapkan status kepada pelaku mengingat masih dalam tahap penyelidikan.
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Selatan sedang mengusut pencurian barang bukti kasus korupsi yang dilakukan oknum pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupa emas batangan seberat 1,9 kilogram.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Jimmy Christian Samma di Jakarta, Kamis, menyebutkan kasus yang melibatkan pelaku berinsial IGAS itu saat ini masuk dalam proses penyelidikan.

Baca juga: KPK sebut capaian indikator tata kelola pemerintahan DKI Jakarta turun

"Masih lidik, sedang diselidiki," kata Jimmy Christian Samma ketika dikonfirmasi, Kamis.

Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel mengatakan polisi belum menetapkan status kepada pelaku mengingat masih dalam tahap penyelidikan.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan IGAS yang kini mantan pegawai KPK itu menjadi tersangka menyesuaikan dengan hasil penyelidikan.

Baca juga: LRT Jakarta dan KPK kampanyekan anti korupsi sambil bagikan masker

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak H Panggabean mengatakan IGAS sudah dipecat secara tidak hormat setelah melakukan pencurian.

"Kasus ini dibawa ke ranah pidana dan telah dilaporkan ke pihak Polres Jakarta Selatan," ucapnya.

Baca juga: KPK tak tutup kemungkinan panggil Anies Baswedan kasus pengadaan tanah

Tumpak menjelaskan IGAS merupakan salah satu anggota satuan tugas yang memiliki kewenangan untuk menyimpan barang bukti salah satunya dari perkara mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

IGAS diduga mengambil emas batangan itu dan digadaikan untuk membayar utang pribadinya.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPK pelajari kasus penyimpangan anggaran COVID-19 Sumbar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar