Kakorlantas ajak masyarakat tunda mudik lebaran 2021

Kakorlantas ajak masyarakat tunda mudik lebaran 2021

Ilustrasi - Pemudik kapal laut meninggalkan Terminal Keberangkatan Penumpang Nusantara Pura 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara. FOTO ANTARA/Fanny Octavianus/mes/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Isitiono mengajak masyarakat untuk menunda mudik lebaran 2021.

"Ini tegas ya, melarang mudik, dilarang mudik,” kata Istiono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Kakorlantas menyatakan pihaknya telah mengelar rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional 2021 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1442 H di masa Pandemi COVID-19.

"Rapat koordinasi itu membahas berbagai yang terkait dengan kesiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H, dimana pemerintah membuat kebijakan untuk melarang mudik," jelas Istiono.

Kakorlantas mengatakan pada lebaran tahun ini akan berbeda. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mensukseskan peniadaan mudik yang ditetapkan oleh pemerintah guna memutus penyebaran COVID-19.

Baca juga: Ada larangan mudik, Jawa Barat antisipasi pemudik dini Lebaran 2021

Istiono menyatakan sebuah tantangan tersendiri bagi semua pihak, yang menjadi poin penting dan harus menjadi perhatian bersama adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang pada saat dan pasca Idul Fitri.

"Pengamanan terhadap semua dinamika efektifitas masyarakat, guna meminimalisasi terjadinya gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas  keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) serta penyebaran COVID-19,” ucap Kakorlantas.

Kakorlantas berharap anggota kepolisian di lapangan mengantisipasi tindak kejahatan jalanan serta melakukan pengamanan kegiatan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Idul fitri.

“Lakukan antisipasi aksi terorisme dan tingkatkan kewaspadaan dari segala kemungkinan dan lakukan tindakan tegas dan terukur. Lakukan pengamanan secara maksimal yang menjadi pusat kegiatan masyarakat seperti rumah ibadah, pusat belanja dan tempat wisata agar masyarakat merasa aman,” pesan Kakorlantas.

Kakorlantas juga meminta jajarannya untuk meningkatkan pengamanan di tanggal 26 April sampai 5 Mei atau sebelum peniadaan mudik pada 6 Mei sampai 17 Mei. Antisipasi itu dilakukan karena diprediksi masyarakat agar mudik terlebih dahulu sebelum peniadaan mudik dimulai.

Baca juga: Polda Metro siapkan titik penyekatan terkait larangan mudik

Kakorlantas ingin jajaran siap untuk mengantisipasi adanya lonjakan arus sebelum peniadaan mudik dimulai. Jajaran diminta tak lengah agar tidak terjadi kemacetan.

“Lakukan pengamanan antisipasi masyarakat yang mendahului mudik sebelum peniadaan mudik. Upayakan agar tidak terjadi kemacetan. Antipasi dengan langkah-langkah yang tepat dan cepat,” jelasnya.

Terakhir Kakorlantas menyampaikan pesan agar peniadaan mudik bisa berjalan lancar. Kakorlantas mengajak masyakatat untuk turut berperan dengan tidak mudik terlebih dahulu guna menekan penyebaran COVID-19.

“Peniadaan mudik tanpa adanya kerjasama antar pemangku kepentingan tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, mari bersinergi, masyarakat juga perlu dilibatkan untuk tidak mudik terlebih dahulu,” katanya.

Dalam rakor lintas sektoral bidang operasional 2021 turut dihadiri, pejabat pengemban fungsi Ops Mabes Polri, pejabat operasi ketupat 2021, para Karo Ops, Kabagops Korlantas Polri, Dirlantas dan Dirintelkam Polda wilayah se-Indonesia, Dirjen Hubdat, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Dirjen P2P Kemenkes, Kepala BPJT, Tim Pakar Satgas Penanganan Covid, Dirut KAI, Dirut ASDP , jajaran Pertamina, Dirut Jasa Raharja, Jasa Marga hingga deputi pengembangan wisata Kemenparekraf.

Baca juga: Menpan RB minta ASN jadi contoh tidak mudik Lebaran 2021

Pewarta: Fauzi
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jatim antisipasi pemudik Idul Adha cegah lonjakan COVID-19 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar