Percepatan vaksinasi Inggris cegah 10.400 kematian hingga akhir Maret

Percepatan vaksinasi Inggris cegah 10.400 kematian hingga akhir Maret

Warga mengantre untuk memasuki Lapangan Lord's Cricket untuk menerima vaksin virus corona (COVID-19, di tengah mewabahnya penyakit tersebut, di London, Inggris, Jumat (22/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/John Sibley/HP/djo/am.

London (ANTARA) - Percepatan vaksinasi COVID-19 di Inggris mencegah 10.000 lebih kematian orang-orang yang berusia di atas 60 tahun hingga akhir Maret, menurut analisis Public Health England (PHE).

Inggris mengalami puncak infeksi, rawat inap dan kematian pada Januari, akan tetapi jumlah tersebut akan lebih buruk tanpa percepatan program vaksinasi, yang dimulai sejak 8 Desember, menurut riset.

Lebih dari 15 juta dosis vaksin telah disuntikkan pada orang dewasa berusia 60 tahun ke atas di Inggris sampai akhir Maret, mencegah sekitar 10.400 kematian, yang sebagian besar berusia 80 tahun ke atas, demikian PHE.

Analisis itu membandingkan jumlah kematian yang dilaporkan hingga periode Maret dengan jumlah yang diperkirakan jikalau vaksin tidak diberikan pada saat itu.

Hampir 127.000 orang meninggal dalam 28 hari setelah terbukti positif COVID-19 di Kerajaan Inggris.

Kampanye vaksinasi COVID dipercepat pada Maret. Sebanyak 31,8 juta orang di seluruh Kerajaan Inggris telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sedangkan 6,1 juta orang telah disuntikkan dosis kedua.

Sumber: Reuters
Baca juga: Temui Menkes RI, Menlu Inggris tegaskan kerja sama atasi pandemi
Baca juga: Inggris mulai luncurkan vaksin COVID-19 Moderna
​​​​​
Baca juga: Inggris mungkin akan larang vaksin AstraZeneca untuk kalangan muda

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Laporan dari Inggris - Optimalkan Vaksinasi, Pemerintah Inggris gandeng komunitas agama dan minoritas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar