Morula IVF Indonesia buka layanan fertilitas di RS Indriati Solo

Morula IVF Indonesia buka layanan fertilitas di RS Indriati Solo

Ilustrasi pasangan yang sedang menerima layanan infertilitas di klinik Morula IVF. (morulaivf.co.id)

Jakarta (ANTARA) - Demi membantu mewujudkan impian pasutri memiliki buah hati, Morula IVF Indonesia terus berekspansi dan melakukan berbagai kerjasama untuk membuka klinik fertilitas di berbagai daerah di Indonesia, s​​​alah satunya kerja sama dengan RS Indriati di Solo Baru, Jawa Tengah.

Pada Hari Rabu, 8 April 2021, Morula IVF meresmikan klinik fertilitas yang berada di lantai 3 RS Indriati Solo baru, Jawa Tengah. Selain ruangan yang nyaman, klinik fertilitas ini juga didukung dengan berbagai fasilitas lengkap serta laboratorium terintegrasi. Dengan begitu, pasutri yang berada di Solo tidak perlu pergi jauh untuk melakukan program kehamilan.

"Klinik Fertilitas ini didukung dengan teknologi terbaru dan bersertifikasi internasional, kita berharap dapat membantu pasangan suami istri untuk memiliki buah hati dengan nyaman dan terpercaya," ujar Ade Gustian Yuwono, Managing Director Morula IVF Indonesia dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Pemerintah upayakan angka fertilitas total 2,1

Salah satu layanan yang hadir di klinik kesuburan (fertilitas) RS Indriati Solo ini adalah program inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI). Metode ini dilakukan dengan cara menyuntikkan sperma di dalam rahim guna membantu proses pembuahan.

Tujuannya adalah meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi. Dengan demikian, hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma.

Pasangan suami istri yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai buah hati seringkali disebabkan karena masalah infertilitas (ketidaksuburan).

Infertilitas merupakan ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan sekurang – kurangnya dalam 12 bulan berhubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi. Di Indonesia, tingkat infertilitas terjadi pada 40 persen pada wanita, 40 persen pada pria dan 20 persen pada keduanya.

Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari penyakit infeksi, faktor imunologi, gaya hidup, hingga konsumsi obat-obatan tertentu. Karena itu, infertilitas ini perlu penanganan khusus seperti pengobatan infeksi pada organ reproduksi, mengubah gaya hidup lebih sehat hingga mengikuti program kehamilan.

Baca juga: Usia muda semakin berpotensi sukses jalankan program bayi tabung

Baca juga: Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena paparan asap rokok

Baca juga: BKKBN harapkan TFR di Brebes turun jadi 2,1 persen

 

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar