TPU Pondok Ranggon Blok COVID-19 sepi dari peziarah

TPU Pondok Ranggon Blok COVID-19 sepi dari peziarah

Peziarah berdoa saat ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadhan 1442 H di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Jumat (9/4/2021). (ANTARA/Asep Firmansyah)

sekarang sepi gak terlalu banyak kayak 2019, padahal TPU udah dibuka
Jakarta (ANTARA) - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Blok COVID-19, masih sepi dari peziarah menjelang bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Di areal pemakaman korban COVID-19 khusus Islam pada Jumat pagi hingga siang, terlihat hanya beberapa orang yang datang berziarah. Padahal pengelola setempat telah membuka bagi siapapun yang ingin berziarah asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kondisi sepi ini dirasakan betul oleh para pedagang yang berada di sekitar TPU. Jika sebelum pandemi, dua minggu sebelum Ramadhan peziarah sudah banyak berdatangan bahkan membuat arus lalu lintas macet.

Baca juga: Wagub DKI: Permasalahan makam COVID-19 tak hanya di Jakarta

"Yang ramai pas kemarin Paskah saja. Nah sekarang sepi gak terlalu banyak kayak 2019, padahal (TPU) udah dibuka. Kalau tahun kemarin pas Ramadhan ditutup, kan, ga boleh," ujar salah satu pemilik warung kopi, Dedeh.

Kondisi berbeda terlihat di pemakaman umum, sejumlah kendaraan hilir mudik secara bergantian. Namun jumlahnya juga tak sebanyak saat sebelum pandemi.

Salah satu peziarah, Yanto, bercerita bahwa dia bersama kedua anaknya berkunjung untuk mendoakan istri yang meninggal akibat COVID-19. Ia sebetulnya rutin datang setiap Jumat, namun saat jelang Ramadhan suasananya terasa berbeda.

Baca juga: Lokasi makam muslim jenazah COVID-19 TPU Tegal Alur penuh

Baca juga: 158 pasien COVID-19 dimakamkan secara tumpang di Pondok Ranggon


"Ramadhan itu bulan penuh berkah, bulan suci, Insya Allah doa-doa untuk istri pasti sampai," kata dia.

Sementara itu salah satu pekerja di TPU Pondok Ranggon mengatakan bahwa saat ini TPU tersebut sudah tak menjadi rujukan karena sudah penuh. Kendati demikian, pengelola masih melayani pemakaman dengan sistem tumpang untuk jenazah korban COVID-19.

Sistem tumpang ini hanya berlaku bagi masyarakat yang anggota keluarganya pernah dimakamkan di lokasi tersebut. Hal ini juga pernah dikonfirmasi Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

"Jadi pemakaman tumpang itu dilakukan pada jenazah yang sudah ada keluarga yang dimakamkan. Pemakaman tumpang itu dimungkinkan setelah tiga tahun pemakaman keluarga sebelumnya," kata Riza beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pemakaman tumpang COVID-19 di Pondok Ranggon khusus keluarga

Baca juga: Terjadi penambahan 5.265 kasus COVID-19 dan pasien sembuh 6.277 orang

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komisi IX DPR RI temukan penghambat suplai vaksin di Jabar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar