Lewat PIDI 4.0, Kemenperin akselerasi pengembangan SDM industri

Lewat PIDI 4.0, Kemenperin akselerasi pengembangan SDM industri

Dokumentasi. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. (ANTARA/HO-Kementerian Perindustrian.)

PIDI 4.0 merupakan pusat pembelajaran manufaktur digital yang membantu perusahaan mengembangkan operasi, desain, dan produktivitas mereka di seluruh rantai nilai
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian mendirikan Pusat Inovasi dan Pengembangan SDM Industri (PIDI 4.0) untuk memberikan pengalaman langsung dan pendampingan kepada industri dalam penerapan industri 4.0 yang diharapkan mampu mengakselerasi pengembangan SDM industri.

“PIDI 4.0 akan menjadi pusat pembelajaran manufaktur digital yang membantu perusahaan mengembangkan operasi, desain, dan produktivitas mereka di seluruh rantai nilai,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat.

PIDI 4.0 merupakan pusat pembelajaran manufaktur digital yang membantu perusahaan mengembangkan operasi, desain, dan produktivitas mereka di seluruh rantai nilai.

“PIDI 4.0 memiliki visi sebagai solusi satu atap penerapan industri 4.0 di Indonesia dan Jendela Indonesia 4.0 untuk dunia,” papar Menperin.

Ia menyampaikan bahwa PIDI 4.0 akan dijalankan dengan konsep kemitraan dan Kerjasama pemanfaatan antara pemerintah dan swasta.

Oleh sebab itu kegiatan pre-conference yang membahas mengenai PIDI 4.0 ini penting bagi seluruh stakeholder industri 4,0 untuk bergabung dan berkontribusi aktif dalam mengakselerasi transformasi Industri 4.0 di Indonesia melalui PIDI 4.0.

“Melalui kegiatan pra-konferensi ini, kami mengajak dan mengundang para pelaku usaha industri, Technology provider, service provider, accelerator, institusi litbang dan seluruh stakeholder industri 4,0 untuk bergabung dan berkontribusi aktif dalam mengakselerasi transformasi Industri 4.0 di Indonesia melalui PIDI 4.0”, imbau Menperin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan menyampaikan, PIDI 4.0 akan memiliki dan menjalankan 5 fungsi yaitu sebagai showcase center, capability center, ecosystem for Industry 4.0, delivery center, serta innovation center.

Selain itu, Kemenperin juga mengembangkan jaringan satelit PIDI 4.0 pada satuan kerja di lingkungan Kementerian Perindustrian, serta beberapa industri yang menjadi lighthouse Industri 4.0.

“Satelit PIDI 4.0 di berbagai daerah dan bidang keahlian diharapkan mendukung target transformasi industri 4.0 yang ditetapkan pada lima pilar PIDI 4.0,” papar Arus.

Ia menyampaikan, terdapat sejumlah stakeholder yang telah menyatakan niat untuk menjadi bagian dari ekosistem PIDI 4.0, antara lain perusahaan technology provider dan institusi pendidikan. Pada kesempatan ini, juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara BPSDMI dengan PT.Schneider Electric Indonesia, Arcstone Pte, Ltd, dan Zyfra.

“Dengan MoU ini, diharapkan dapat mendorong terbentuknya sinergi dan kolaborasi untuk mempercepat penerapan industri 4.0 di Indonesia,” kata Kepala BPSDMI.

Baca juga: 100 tahun pendidikan tekstil, Kemenperin siapkan PIDI 4.0
Baca juga: Kompetensi SDM masih jadi tantangan industri Indonesia
Baca juga: Kemenperin minta SDM industri adaptif di tengah disrupsi teknologi

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wapres: BLK Komunitas harus sesuai kebutuhan pasar dan industri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar