Kemkes optimalkan vaksinasi lansia di fasyankes menjelang Lebaran

Kemkes optimalkan vaksinasi lansia di fasyankes menjelang Lebaran

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. (tangkapan layar)

prioritas vaksinasi saat ini lansia, guru dan tenaga kependidikan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemkes) mengoptimalkan vaksinasi COVID-19 untuk warga lanjut usia (lansia) di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) maupun di sentra vaksinasi di daerah-daerah tujuan mudik menjelang Lebaran 2021.

"Kalau untuk vaksinasi tetap dilakukan seperti biasa, dan prioritas vaksinasi saat ini lansia, guru dan tenaga kependidikan," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Koordinasi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tersebut terus dilakukan, dan pemerintah mengupayakan ketersediaan vaksin COVID-19 yang memadai untuk kebutuhan vaksinasi itu.

Baca juga: Suplai vaksin ditingkatkan genjot vaksinasi lansia di tujuan mudik

Nadia juga mengimbau setiap orang termasuk lansia menjaga nutrisi menjelang dan sesudah vaksinasi.

Sebelum menjalani vaksinasi, pastinya harus cukup istirahat dan makan makanan yang cukup mengenyangkan dan bergizi serta minum air yang cukup saat sahur.

"Sesudah vaksinasi kalau masih dalam keadaan berpuasa dan ada rasa efek samping bisa beristirahat saja, tidak melakukan aktivitas," ujar Nadia.

Baca juga: Pemerintah telah vaksinasi COVID-19 untuk 9.784.278 orang

Baca juga: Menkeu: Kecepatan vaksinasi pengaruhi pemulihan antarnegara


Pemerintah memprioritaskan vaksinasi COVID-19 pada warga lansia menjelang Lebaran.

"Kami mempersiapkan khusus untuk Lebaran, karena Lebaran itu adalah saat dimana semua orang ingin bertemu orang tua, padahal itu yang sangat berbahaya dan bisa membuat fatal pada orang tua mereka," kata ​​​Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama DPR di Jakarta, Kamis (8/4).

Menkes Budi mengatakan bahwa tingkat fatalitas COVID-19, yakni persentase jumlah orang yang meninggal dunia dari total orang yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona di Indonesia sebesar 2,8 persen. Namun tingkat fatalitas penyakit itu pada orang berusia lanjut cenderung lebih tinggi.

"Khusus untuk lansia empat kali lipat lebih rentan wafatnya dibandingkan dengan non-lansia. Dari 1,5 juta orang yang terkena, hanya 10 persen yang lansia. Tapi dari 41.000 yang wafat, 50 persennya lansia," kata Budi.

Baca juga: Terjadi penambahan 5.265 kasus COVID-19 dan pasien sembuh 6.277 orang

Baca juga: Pemerintah perketat pemeriksaan dokumen perjalanan di masa mudik

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar